nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Boleh Gesek Kartu di Mesin Kasir, Merchant Bisa Dapat Informasi Nasabah dari Bank

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 08 320 1772282 tak-boleh-gesek-kartu-di-mesin-kasir-merchant-bisa-dapat-informasi-nasabah-dari-bank-mMeamp8WlD.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Banyak cara yang dilakukan pengelola ritel untuk mengembangkan strategi bisnis. Salah satunya menggunakan basis data nasabah dalam mempromosikan produk. 

Namun, strategi ini mengharuskan pengelola ritel melakukan penggesekan kartu kredit nasabah pada mesin kasir untuk menyimpan data. Otomatis, ada praktik penggesekan ganda atau double swipe pada kartu kredit.

Sayangnya, praktik double swipe ini sangat ditentang oleh Bank Indonesia (BI), lantaran dapat membahayakan nasabah. BI hanya memperbolehkan nasabah menggesek kartu kredit pada mesin Electronic Data Capture (EDC). 

Baca juga: Gesek Ganda Kartu Kredit hingga Debit Bahaya, Aprindo: Apa Beda Ditulis dan Digesek?

Lantas bagaimana dengan pengelola ritel yang ingin mendapatkan data nasabah untuk keperluan bisnis? 

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta tidak menentang upaya pengelola ritel mencari data nasabah untuk keperluan bisnis, asal tidak melalui data kartu kredit. 

Mereka, kata Steve, dapat menghimpun data nasabah langsung dari bank. Tentunya, terbatas pada data yang diperbolehkan. 

"Jika merchant memerlukan informasi pemegang kartu untuk satu dan lain hal, maka merchant bisa memintanya kepada bank yang akan memberikan informasi yang tidak bersifat sensitif," ujarnya saat dihubungi Okezone. 

Baca juga: Gesek Kartu di Mesin Kasir Berbahaya, Harus Ada Sanksi!

Steve meminta kepada bank untuk intens terhadap isu ini, lantaran data nasabah sifatnya sangat pribadi. Apalagi, akhir - akhir ini banyak terjadi praktik jual beli data nasabah yang mengindikasikan kelemahan sistem pengamanan data nasabah. 

"Concern double swipe sudah di sampaikan ke bank. Bank yang harus menjaga keamanan pemegang kartu, karena tidak banyak yang dapat dilakukan pemegang kartu jika prosedur merchant mengharuskan untuk dilakukan," kata dia. 

Terakhir, Steve juga mengusulkan adanya pemberian sanksi dalam bentuk pemutusan hubungan kerjasama bagi merchant yang tidak mengindahkan ketentuan itu. Sehingga, keamanan transaksi kartu kredit dapat terjaga.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini