Image

Gelombang Pertama CPNS 2017, BKN: Banyak Beredar Informasi Palsu!

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017, 07:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 08 320 1772291 gelombang-pertama-cpns-2017-bkn-banyak-beredar-informasi-palsu-Et1f7ATj8p.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah kembali membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Dalam proses seleksinya pemerintah membaginya kepada dua putaran, yakni putaran pertama dan kedua.

Putaran pertama sendiri sudah memasuki tahap pengumuman hasil tes administrasi. Dimana pada putaran pertama hanya ada dua instansi yang dibuka yakni Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung (MA).

 Baca juga: Catat! Pelamar CPNS Kemenkumham dan MA Masih Bisa Ikut Putaran II

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Media dan Antar Lembaga Biro Humas BKN Diah Eka Palupi mengatakan selama pembukaan CPNS banyak sekali masyarakat yang mengadu penipuan. Khususnya ketika pendaftaran hari pertama CPNS gelombang pertama dibuka.

Saat itu, banyak masyarakat yang mengadu mengenai kartu test peserta palsu yang beredar. Peristiwa tersebut terjadi ketika website pendaftaran CPNS sempat mengalami down karena banyaknya pengunjung.

 Baca juga: Buka 17.428 Lowongan CPNS Putaran II, BKN: Persaingannya Lebih Ketat!

"Dulu adanya saat pendaftaran beredar kartu ujian palsu. Padahal harusnya kan kartu ujian ini bisa di print saat mereka dinyatakan lulus nih. Nah itu dulu sempat di awal beredar kartu ujian palsu," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Tak hanya itu, banyak juga oknum yang menyebarkan listing-listing nama palsu. Hal itu terjadi ketika pengumuman tes CPNS gelombang pertama.

 Baca juga: Pelamar CPNS Putaran I Tembus 1 Juta Orang, BKN Akui Sempat Kerepotan

"Kemarin mereka (peserta CPNS) dapat listing nama yang enggak ada sumbernya. Alasannya itu katanya gara-gara webnya down jadi mereka sebar itu printout," jelasnya.

Untungnya lanjut Diah, peristiwa tersebut langsung ditangani secara cepat oleh pihaknya. Sehingga tidak sampai ada masyarakat yang tertipu karena dimintai uang.

"Kalau sampai ada yang dimintain uang sih Alhamdulillah enggak ada," kata Diah.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini