nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minim! Keterlibatan Swasta Nasional di Proyek Infrastruktur Baru 2%

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 18:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 12 320 1774464 minim-keterlibatan-swasta-nasional-di-proyek-infrastruktur-baru-2-yD34qlovf4.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Athor Subroto mengungkapkan keterlibatan swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur masih sangat minim bahkan dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Dia mengungkapkan data Private Participation Infrastruktur (PPI) oleh World Bank, bahwa keterlibatan perusahaan swasta nasional Indonesia di bidang infrastruktur baru sebesar 2%. Sangat rendah dibandingkan negara-negara tetangganya yang telah banyak melibatkan perusahaan swasta nasionalnya.

Baca Juga: Oktober Jadi Bandara Internasional, Menko Luhut Tes Mendaratkan Private Jet di Silangit

"Partisipasi persentase dibandingkan negara lain bahkan ASEAN, kita, saya kira sangat jauh. Jumlah proyek yang libatkan swasta hanya 2%. Filipina melonjak drastis hampir 44%, bahwa di sana banyak libatkan swasta," kata dia dalam forum group discussion (FGD) di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa 12/9/2017).

Dirinya mengatakan, di negara-negara Asia lain memang ada penurunan terkait keterlibatan perusahaan swasta nasional dalam proyek infrastruktur negaranya. Namun dibandingkan Indonesia tidak begitu signifikan angka penurunannya.

Baca Juga: Menteri PUPR: Potensi Air di Papua Sangat Besar

Jika ingin adanya pemerataan ekonomi di Indonesia, dia menilai pembangunan infrastruktur jangan hanya dikuasai oleh perusahaan BUMN. Tapi juga diberikan kepada perusahaan swasta nasional. Sehingga akan ada lebih banyak masyarakat yang menikmati pembangunan.

"Gimana pembangunan ekonomi lebih menyeluruh sehingga semua menikmati pembangunan," jelasnya.

Baca Juga: Cari Alternatif Dana Bangun Infrastruktur, Menko Darmin Kumpulkan Menteri BUMN hingga OJK

Oleh karenanya, dia menyarankan agar kemudahan bagi swasta mengambil peran dalam pembangunan infrastruktur lebih digiatkan lagi lewat sejumlah aturan yang mampu memberikan kemudahan berusaha.

"Challange dari pemerintah sekarang bahwa partisipasi swasta baru 2%, selalu terjadi penurunan. Saya kira ini jadi tantangan ke depan. Banyak hal yang perlu dikoordinasikan," tandasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini