Image

Didampingi Kepala Bekraf Triawan Munaf, Sri Mulyani Akan Bertemu dengan Penulis Buku dan Pekerja Seni

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 11:45 WIB
https img o okeinfo net content 2017 09 13 20 1774873 didampingi kepala bekraf triawan munaf sri mulyani akan bertemu dengan penulis buku dan pekerja seni jhcWSFdNrY jpg Facebook Sri Mulyani (Foto: Facebook)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan bertatap muka dengan para penulis dan pekerja seni. Hal ini terpaut mengenai kebijakan yang dia keluarkan, yakni pajak penulis buku.

Mengutip agenda Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (13/9/2017), dialog perpajakan bagi penulis dan pekerja seni bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bekraf Triawan Munaf pukul 18.30 WIB di Kantor Pusat Ditjen Pajak.

 Baca juga: Wih, Kepala Bekraf Bakal Pertemukan Tere Liye dengan Sri Mulyani

Sebelumnya, Guna membereskan persoalan terkait profesi penulis yang masuk ekonomi kreatif (Bekraf), Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyiapkan tempat dialog pemerintah dengan para penulis. Tujunnya supaya ada jalan terbaik menyelesaikan persoalan ini.

"Pada hari Rabu (13 September 2017) akan ada pertemuan besar, Menteri Keuangan, Ditjen Pajak dan seluruh pelaku ekonomi kreatif termasuk penulis untuk dialog tentang pajak," ujarnya.

Baca juga: Klarifikasi PPh Profesi Penulis, Dirjen Pajak Beberkan Perhitungannya

Triawan mengharapkan dari pertemuan pelaku ekonomi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani itu ada kejelasan seperti apa pajaknya supaya tidak ada kesalahpahaman dan mencurigai pemerintah.

"Jangankan para seniman (ekonomi kreatif), kita saja pemahaman pengurusan pajak masih sangat rumit. Nah, hal-hal yang rumit akan dijelaskan pada pertemuan ini memahami mengurus pajak.,"tuturnya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani sudah menjawab permintaan dari Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang meminta untuk mengenakan pajak bagi profesi penulis sama dengan pajak penghasilan (PPh) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya pajak final bagi UMKN tercatat sebesar 1%.

Baca juga: Penulis Keluhkan Pajak Terlalu Tinggi, Sri Mulyani: Kita Akan Temui yang Bersangkutan

Sri Mulyani menjelaskan kalau UMKM dikenakan pajak 1% tidak digunakan pembukuan dan hanya diberikan policy (kebijakan) pajak final 1% yang berarti bruto. Sehingga UMKM sekarang saat mereka rugi mereka harus bayar pajak. Padahal harusnya kalau rugi tidak membayar pajak karena habis biayanya.

"Kalau untuk penulis, waktu itu kami sudah komunikasi diskusi bagaimana hitung biaya mereka dalam persiapkan tulisan. Karena tidak dilakukan, karena banyak pemikiran dan lainnya,maka ada norma 50% itu berarti setiap yang mereka hasilkan ada 50% biaya proses menulis," ungkap Sri belum lama ini.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini