Image

Soal Pajak Penulis, Dee Lestari: Masih Ada Hal yang Harus Diperbaiki

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 22:21 WIB
https img z okeinfo net content 2017 09 13 20 1775434 soal pajak penulis dee lestari masih ada hal yang harus diperbaiki dQlF8eECC5 jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Penulis buku Dewi Lestari (Dee Lestari) memberikan tanggapan mengenai pajak bagi profesi penulis yang menjadi pembicaraan seminggu terakhir ini. Menurutnya, pajak penulis yang ada saat ini sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Di mana saat ini pendapatan bruto atau kotor penulis dihitung berdasarkan Norma Perhitungan Penghasilan Netto (NPPN) menjadi 50%.

"Kalau menurut saya pajak untuk penulis dibanding sebelumnya sudah ada perbaikan. Tadinya pendapatan bruto pajak penulis 100%. Sekarang setelah ada aturan penggunaan NPPN akhirnya cuma 50%," ungkapnya di Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Baca juga: Jelaskan Pajak Penulis, Sri Mulyani: Sangat Disayangkan Tere Liye Tidak Hadir

Menurutnya, yang membuat isu pajak penulis ini bergulir hingga Ditjen pajak melakukan dialog perpajakan hanya karena sosialisasi yang kurang. Hal ini karena banyak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang belum seragam memahami hal tersebut.

"Belum banyak juga penulis yang tahu dan kalau menurut saya satu hal lagi, apakah pajak penulis dan perlakuan pajak penulis itu secara keselur‎uhan sudah tepat atau belum. Kalau menurut saya masih ada hal yang harus diperbaiki," jelasnya.

Baca juga: Klarifikasi PPh Profesi Penulis, Ditjen Pajak Beberkan Perhitungannya

Penulis novel Supernova ini menilai yang harus diperbaiki adalah kategori pajak dari pekerja seni tersebut. Dirinya mengatakan pekerja seni itu tidak hanya penulis karena juga ada penyanyi dan aktor yang juga pekerja seni tapi pola pendapatannya berbeda.

Menurutnya, penyanyi saat menghadiri acara langsung dibayar pendapatannya. Sedangkan penulis mendapatkan pendapatannya setelah beberapa bulan dan tidak semua juga penulis sama tergantung dari kebijakan penerbitnya.

Baca juga: Penulis Keluhkan Pajak Terlalu Tinggi, Sri Mulyani: Kita Akan Temui yang Bersangkutan

"Tapi sebenarnya pola pendapatan dan produksi penulis itu beda antara aktor, penyanyi dan penulis. Kami nulis itu panjang, pola pendapatan kami sangat jarang. Setahun cuma 2 kali. Kalau kami menulis hari ini, saya baru bisa merasakan hasilnya setelah 18 bulan. Itu kan panjang. Lalu bagaimana dengan nafkah dan penghasilan kami dari bulan ke bulan. Itu yang menurut saya masih bisa diperbaiki," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini