Image

Tak Hadiri Dialog Pajak, Begini Sindiran Sri Mulyani untuk Tere Liye

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 22:28 WIB
https img z okeinfo net content 2017 09 13 20 1775438 tak hadiri dialog pajak begini sindiran sri mulyani untuk tere liye oxb1Att7DI jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan pemahaman pajak kepada sekira 430 pekerja seni dalam acara dialog perpajakan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Undangan yang hadir seperti Giring Nidji, Glen Fredly, Bondan Prakoso hingga penulis terkemuka Dee Lestari dan masih banyak pekerja seni lainnya. Namun, salah satu penulis yakni Tere Liye yang memprotes pajak pada profesi penulis hingga memutuskan kontrak dengan penerbit justru tidak hadir dalam acara.

Baca juga: Soal Pajak Penulis, Dee Lestari: Masih Ada Hal yang Harus Diperbaiki

"Sebetulnya malam hari ini kami memiliki ide spontan untuk bertemu dan berdialog. Tapi salah satu pemicunya (Tere Liye) tidak hadir. Tere Liye yang merupakan adik kelas saya yang kemudian curhat di media massa bahwa beliau tidak akan terbitkan lagi bukunya karena masalah perpajakan," ungkap Sri Mulyani di Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, ia sangat senang bisa melakukan dan menjadi pembicara di dialog perpajakan ini. Sehingga ia berharap dengan hal ini maka para pekerja seni dapat memahami mengenai perpajakan ini maka tidak perlu lagi ada curhatan di media massa terutama dari pekerja seni soal perpajakan.

Baca juga: Jelaskan Pajak Penulis, Sri Mulyani: Sangat Disayangkan Tere Liye Tidak Hadir

"Saya senang karena itu memicu dialog publik bagi kita semua. Ini isu yang sangat penting. Jadi viral. Kemudian, yang namanya penulis kan jago-jago semua menulisnya, menyentuh, Dee juga ikutan nulis di sosial media," jelasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan senang dengan aspirasi yang disampaikan oleh para penulis ini. Sehingga ia bisa memperbaiki masalah perpajakan ini memberikan penjelasan dengan baik.

Baca juga: Klarifikasi PPh Profesi Penulis, Ditjen Pajak Beberkan Perhitungannya

"Saya tulus masalah ini betul-betul membuat saya terhenyak. Karena kami mengumpulkan pajak untuk menjalankan tugas konstitusi. Negara berhak memungut atau mengumpulkan sumber daya berdasarkan Undang-undang. Kita negara merdeka, tapi bukan berarti merdeka tidak membayar pajak. Makanya saya merespons keluhan Tere Liye dan Dee Lestari di akun media sosial. Karena sebagai pejabat yang melakukan tugas negara, kami tidak bisa mengubah seketika kalau menyangkut UU karena itu ada prosesnya," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini