Image

Sempat Protes ke Sri Mulyani, Bagaimana Sih Perhitungan Pajak Penulis?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 22:45 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 13 20 1775444 sempat protes ke sri mulyani bagaimana sih perhitungan pajak penulis Q2B7hzMSdG jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan penghitungan pajak profesi di hadapan para penulis dan pelaku seni dalam acara bertema Dialog Perpajakan, Perlakuan Pajak bagi Penulis dan Pekerja Seni.

Menurutnya, penulis saat ini bisa memilih untuk membukukan pajaknya melalui Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN) jika pendapatannya kurang dari Rp4,8 miliar per tahun. Sehingga dihitung nettonya dikurangi 50%.

Baca juga: Tak Hadiri Dialog Pajak, Begini Sindiran Sri Mulyani untuk Tere Liye

"Kalau pendapatan dia kurang dari Rp4,8 miliar per tahun maka dia bisa memilih untuk menghitung penghasilan nettonya dengan menggunakan NPPN yang besarnya 50% dari pendapatannya," ungkapnya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Dirinya merinci, jika satu penulis memiliki pendapatan sebesar Rp3 miliar per tahunnya maka ia bisa menghitung pajaknya menggunakan NPPN. Namun, penulis harus memberitahukan ke Ditjen Pajak terkait penggunaan NPPN tersebut sebelum 31 Maret.

Baca juga: Soal Pajak Penulis, Dee Lestari: Masih Ada Hal yang Harus Diperbaiki

"Kasih tahunya di masing-masing KPP, kalau pakai e-filing bisa ya. Lalu penulis menyimpan bukti potong 10% dari penerbit," paparnya.

Selain itu ia juga mencontohkan penulis yang menjual buku Rp25.000 per buku dan setiap triwulan jumlah penjualan bukunya berbeda seperti triwulan I terjual 20.000 buku, triwulan II terjual 25.000, triwulan III terjual 30.000 buku, dan triwulan IV terjual 35.000 buku yang artinya dalam setahun ia telah menjual sebanyak 110 ribu buku maka dia akan mendapatkan omzet sebesar Rp2,75 miliar. Lalu dari omzet tersebut, penulis menerima royalti 10% atau sebesar Rp275 juta yang disebut sebagai penghasilan bruto.

Sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23, maka penghasilan bruto dikalikan 15% menjadi pajak kredit. Dengan begitu maka pajak kredit yang didapatkan untuk dibayarkan sebesar Rp41,25 juta.

Baca juga: Jelaskan Pajak Penulis, Sri Mulyani: Sangat Disayangkan Tere Liye Tidak Hadir

"Maka dari royalti Rp275 juta, yang dikenai pajak hanya Rp137,5 juta. Jumlah tersebut juga akan dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang sebesar Rp54 juta. Maka hasil akhirnya hanya Rp83,5 juta yang harus dibayarkan," jelasnya.

Lanjut Sri Mulyani, lalu dari Rp83,5 juta tersebut akan dikenakan tarif progresif dalam pasal 17 yang terbagi atas empat player.

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan Rp50 juta

5%

di atas Rp50 juta sampai dengan Rp250 juta

15%

di atas Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta

25%

di atas Rp500 juta

30%

"Dari contoh tadi, dikenakan tarif 15%. Maka dihasilkan pajak Rp7,525 juta," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini