Image

Divestasi Molor, Investor Khawatirkan Keberlangsungan Proyek Waskita

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 06:45 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 13 278 1775410 divestasi molor investor khawatirkan keberlangsungan proyek waskita ADDOWm52S5 jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Molornya rencana PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melakukan pelepasan saham (divestasi) melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road, dinilai memberikan sentimen negatif bagi perusahaan konstruksi itu. Waskita Karya masih mengkaji rencana divestasi atas 10 ruas jalan tol.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, sentimen ini mempengaruhi keyakinan investor terhadap kemampuan perseroan untuk merealisasikan proyek-proyek tepat waktu. Pasalnya, divestasi tol menjadi salah satu sumber pendanaan dari proyek. Tak urung, goyahnya kepercayaan investor ini turut menggugurkan saham WSKT. 

Baca Juga: Rencana Divestasi Molor, Mandiri Sekuritas Akan Minta Penjelasan Waskita

"Ada pengaruhnya (ke saham). Mereka kan jual tol untuk proyek mereka. Belum berhasilnya divestasi berarti dananya belum ada. Sehingga proyek yang diperhitungkan belum dapat masuk," kata dia saat dihubungi Okezone

Selain pendanaan melalui divestasi, WSKT juga berencana melakukan penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau right issue. Namun, serupa dengan divestasi, rencana right issue juga belum menemui titik terang. 

Baca Juga: Belum Laku, Waskita Toll Road Kembali Divestasi 10 Ruas Tol

"Waskita juga ada rencana untuk right issue tapi juga kelihatannya sulit untuk realisasi semua," kata dia. 

"Kekhawatiran investor adalah mengurangi kemampuan dia untuk menyelesaikan proyek dia," imbuhnya. 

Baca Juga: Wih! Waskita Karya Raih Kontrak hingga Rp28 Triliun

Sebagai catatan, pada perdagangan kemarin saham WSKT dibuka di level 1.890. Pada penutupan perdagangan saham WSKT mengalami   koreksi 2,12%  atau 40 poin ke level 1.850. Saham WSKT diperdagangkan pada rentang 1.805 hingga 1.930, dengan sebanyak 103,24 juta saham diperdagangkan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini