nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Janji Menteri Jonan Jika Menjabat hingga 2019: Listrik dari Energi Terbarukan 3.000 Mw Bisa Jalan!

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 13 September 2017 11:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 13 320 1774874 janji-menteri-jonan-jika-menjabat-hingga-2019-listrik-dari-energi-terbarukan-3-000-mw-bisa-jalan-RybqQC4mOL.jpg Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Trio Hamdani/Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tampaknya masih betah menjabat sebagai Menteri ESDM. Hal itu diungkapkannya dalam Indo EBTKE Conference Exhibition 2017 di Balai Kartini, Jakarta.

Untuk mempertahankan posisinya sebagai Menteri ESDM, Jonan pun menyampaikan janjinya bahwa dia bakal terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagaimana keinginan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Menteri Jonan: Energi Baru Terbarukan Enggak Perlu Impor

"Kalau saya dikasih kesempatan sampai 2019 saya yakin 3.000 mw (megawatt) bisa jalan," katanya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Maksud Jonan adalah, jika dirinya masih diberi kesempatan untuk mengemban amanah sebagai Menteri ESDM, dirinya akan memacu Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT).

Baca juga: Hemat Rp500.000/Bulan, Pengunaan Solar Cell Bisa Balik Modal dalam 7 Tahun

"Ini pemerintah akan berusaha supaya dalam waktu sangat singkat, persetujuan itu diberikan. Sehingga bisa cepat. Untuk di geothermal, selama saya sepuluh bulan ada yang COD dan sebagainya itu 300 mw. Jadi total 1.000 mw," jelas Jonan lebih lanjut.

Bukan hanya asal mendorong hal tersebut, menurut Jonan masalah harga juga jadi perhatian serius. Harga listrik dari pembangkit EBT harus terjangkau buat seluruh lapisan masyarakat yang sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Baca juga: Fokus Energi Terbarukan, Pemerintah Jangan Abaikan yang Konvensional!

"Pemerintah sepakat, energy mix harus dicapai. Dengan catatan, kalau baca di RUEN atau KEN bahwa pemenuhan itu harus dengan tingkat keekonomisan yang bisa dijangkau. Jadi kalimat terjangkau juga tidak boleh ditinggal," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini