Image

Indonesia Langka Garam, Menko Luhut: Dua Tahun Lagi Tidak Perlu Impor

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 September 2017, 20:44 WIB
https img z okeinfo net content 2017 09 13 320 1775371 indonesia langka garam menko luhut dua tahun lagi tidak perlu impor ubSIEpd6uY jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Indonesia dipusingkan dengan langkanya bumbu dapur yakni garam. Bahkan untuk mengatasi kelangkaan tersebut, pemerintah terpaksa mengimpor garam dari luar negeri.

Namun, Menteri koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan di masa mendatang Indonesia tidak akan ada lagi peristiwa kelangkaan garam. Bahkan dirinya menjamin dalam jangka waktu dua tahun ke depan, Indonesia tidak akan mengimpor garam lagi dari luar negeri.

"Kita lihat dalam dua tahun ke depan kita tidak perlu impor lagi," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Baca Juga: Duh! Harga Anjlok karena Produksi Garam Melimpah Bikin Petani Gigit Jari

Menurut Luhut, selama ini kelangkaan garam yang dialami Indonesia adalah karena minusnya produksi garam dalam negeri. Sehingga pemerintah perlu untuk meningkatkan produksi dalam negeri agar tidak ada lagi Kelangkaan garam.

"Garam, sekarang sedang kita kerjakan. Garam bertahun-tahun tidak selesai karena dibiarkan tidak selesai. Sekarang sudah dibongkar strukturnya," jelasnya.

Oleh karenya untuk meningkatkan pasokan garam di dalam negeri lanjut Luhut, pihaknya menginisiasi peran koperasi di beberapa daerah. Sehingga produksi garam bisa meningkat.

Baca Juga: Capai Swasembada Garam, 11 Ribu Hektar Lahan dari Kupang hingga Pulau Rote Disiapkan

"Jadi bikin koperasi, rakyat yang kerjakan, airnya disiapkan pemerintah. Saya sudah lapor bertahap ke Presiden bahwa ini akan dilakukan. Kita lihat ini di Madura, NTT, Jeneponto. Jadi saya pikir ini semua berjalan," jelasnya

Di tempat berbeda, Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono mengatakan ada 400 hektar lahan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disiapkan untuk dijadikan ladang garam. Lahan seluas 400 hektar tersebut digarap oleh PT Garam (Persero).

Baca Juga: 6 Kesepakatan soal Garam di DPR, dari Peningkatan Produksi hingga Bea Masuk Impor!

"Lahan yang akan kita kembangkan jadi ladang baru itu ada di NTT, yang sudah jadi 400ha dikerjakan PT Garam dan sudah produksi," Kata Agung.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini