Kecewa dengan Oknum Pegawai Pajak, Sri Mulyani: Ini Soal Tingkah Laku hingga Ketamakan!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 14 September 2017 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 14 20 1776028 kecewa-dengan-oknum-pegawai-pajak-sri-mulyani-ini-soal-tingkah-laku-hingga-ketamakan-GTg7yzssvD.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Pegawai pajak kembali terjaring aparat hukum. Jelang akhir tahun lalu, Handang Soekarno tertangkap selaku Kasubdit Bukti Permulaan ā€ˇDirektorat Penegakan Hukum pada Ditjen Pajak oleh KPK terjaring operasi tangkap tangan KPK karena menerima suap dari Presiden Direktur PT E.K Prima Eksport Indonesia Rajesh Rajamohananā€ˇ Nair.

Hampir setahun berselang, kini instansi Direktorat Jenderal Pajak kembali menjadi sorotan. Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menahan eks-pejabat Kantor Pelayanan Pajak Madya Gambir, Agoeng Pramoedya. Dirinya menjadi tersangka dugaan korupsi penerimaan gratifikasi, hadiah atau janji dalam pengurusan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengaku sangat kecewa dengan perilaku dari oknum pegawai pajak ini. Sebab, hal ini terjadi pada saat reformasi pajak tengah dilakukan.

Baca juga: Eks Pejabatnya Jadi Tersangka, Dirjen Ken: Akhir Tahun Banyak yang Nyerang Ditjen Pajak

"Saya betul-betul kecewa sekali karena pada saat kami sedang melakukan reformasi, ada saja yang begitu," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Menurut Sri Mulyani, hal ini berkaitan dengan tingkah laku hingga ketamakan pegawai pajak. Keadaan ini juga disebabkan oleh tidak adanya komitmen yang dimiliki oleh beberapa pegawai pajak.

Baca juga: Tunjangan Kinerja Cukup Tinggi, Pegawai Pajak Korupsi karena Apa?

"Untuk saya ini pelajaran bahwa ini masalah tingkah laku, ketamakan, atau ada juga karena dia tidak punya komitmen saja," tegas Sri Mulyani.

Saat ini, terdapat 72.000 pegawai dalam lingkungan Kementerian Keuangan di bawah komando Sri Mulyani. Sri Mulyani berkeinginan untuk membuat institusi yang ia dipimpin bersih dari praktik korupsi.

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp14 Miliar Kembali "Coreng" Ditjen Pajak, Pengawas Internal Harus Lebih Ketat!

"Tapi tidak berarti kami tidak buat laporan yang baik," ujarnya.

Sri Mulyani pun berencana akan melakukan simplifikasi atau penyederhanaan pada berbagai sistem. Upaya ini diharapkan dapat mempersempit jalur kecurangan dari pegawai yang tidak bertanggung jawab.

"Tapi kami harus membuat sistem keuangan sedemikian rupa sehingga kita bisa mendeteksi ada orang yang atau akan berbuat jahat," ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini