Image

Sri Mulyani Sindir Institusi yang Senang Minta Anggaran Banyak tapi Tak Terpakai

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:44 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 14 20 1776116 sri mulyani sindir institusi yang senang minta anggaran banyak tapi tak terpakai RyLTnrngxk jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kepada pemerintah daerah agar tidak meminta anggaran terlalu besar tanpa ada tujuan dan capaian yang jelas. Karena sepertiga dari belanja negara dialokasikan untuk Transfer Daerah sehingga belanja yang tidak penting harus dihilangkan agar belanja negara tidak membengkak.

"Kalau sudah di desain untuk membuat program, maka kemampuan eksekusi harus sudah dipikirkan. Jangan sampai kita mengajukan program diberikan dana lalu baru dipikirkan siapa yang melaksanakan. Hingga yang terjadi kalau sudah dialokasikan untuk program sebesar 100 tapi yang dipakai 30. Karena ternyata implementasi tidak bisa mengikuti kecepatan yang dipikirkan. Ini adalah masalah organisasi," ungkap Sri Mulyani di Gedung Djuanda, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Lanjut Sri Mulyani, ia meminta agar mulai sekarang Pemerintah daerah atau Kementerian dan Lembaga jika meminta anggaran tidak hanya berdasarkan ingin menyimpan dan takut kekurangan. Karena itu akan membebani negara karena belanja negara makin besar dan defisit juga akan semakin tinggi.

"Jadi saya mohon, biasanya pemda atau K/L senang minta uang banyak, apalagi di APBN-P. Oleh karena itu, kalau efisiensi dari penyerapan tidak begitu bagus, maka kita berhubungan dengan pengelolaan APBN, dimana banyak anggaran yang dianggarkan menyebabkan beban dari belanja. Kalau kita bisa mengurangi belanja yang tidak perlu maka defisit sangat bisa dikurangi," jelasnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga sempat memberikan sindirian kepada pemerintah daerah kalau sudah dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maka jangan adalagi Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena seharunya dengan WTP sudah tidak ada korupsi.

"WTP tidak berarti tidak ada korupsi. Korupsinya bisa terjadi dengan modus yang bermacam-macam. Apalagi yang paling memalukan dan kelihatan kalau sampai OTT. Oleh karena itu kita harus waspada, karena tidak hanya modus yang sampai tertangkap OTT, ada juga korupsi yang harus dilihat oleh pimpinan dari yang mulai sifatnya seperti konflik kepentingan sampai betul-betul merampok uang negara," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini