Image

Peroleh Opini WTP 5 Tahun Berturut-turut, Begini Jurus Ahmad Heryawan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:47 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 14 20 1776121 peroleh opini wtp 5 tahun berturut turut begini jurus ahmad heryawan 5LVO7F8Zac jpg Foto: Antara

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah atau kepala lembaga yang memperoleh opini terhadap laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Depok Mohammad Idris, dan Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun memberikan trik untuk memperoleh opini WTP ini. Salah satu hal selama ini ia lakukan adalah dengan selalu mengumpulkan perangkat daerah setelah Salat Shubuh.

Baca juga: Sri Mulyani: WTP Bukan Berarti Bebas Korupsi, Ancamannya Masih Tetap Ada!

"Arahannya dicamkan baik-baik oleh semua pihak dan kita komitmen untuk bekerja keras, pertama tentu di perencanaan harus bagus, transparan, terarah, output, outcome bisa dipertanggung jawabkan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Anggaran yang tidak memiliki kejelasan dalam hal penggunaan segera dicoret. Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan dalam hal ini bertindak sebagai tukang jegal anggaran.

Baca juga: Cerita Sri Mulyani: Masih Ada Korupsi dalam Kementerian yang Raih WTP

"Saya juga langsung jadi tukang jegal anggaran kan kalau anggaran ouput dan outcome-nya tidak bisa didefinisikan maka anggarannya tidak jelas tujuannya, sasarannya," ungkapnya.

Kerja sama dengan ahli keuangan pun juga dijalin untuk menyusun laporan keuangan. Hal inilah yang menyebabkan daerah Jawa Barat berhasil memperoleh opini WTP hingga saat ini.

"Kita angkat pegawai sampai 180, saya meminta 80 dari 180 itu adalah akuntan. Waktu itu supaya diizinkan untuk angkat akuntan baru, ternyata tidak diizinkan, yang diizinkan cuma 40. Enggak apa-apa 40 juga sudah bagus," tukas Aher.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini