Image

Terkuak! Sri Mulyani Temukan Indikasi Penyalahgunaan Anggaran di Daerah

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 20:53 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 14 20 1776169 terkuak sri mulyani temukan indikasi penyalahgunaan anggaran di daerah NhQtSG0mYS jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada banyak pemimpin daerah yang senang meminta anggaran besar tapi tidak digunakan seluruhnya. Selain itu, anggaran yang diminta juga tidak sesuai dengan peruntukan awal yang diajukan.

"Di daerah ada indikasi realisasi belanja tidak sesuai dengan peruntukannya. Jadi tadinya untuk jalan tapi buat gedung. Tadinya untuk embung tapi jadinya jalan. Hal-hal itu yang harus diperbaiki dari tata kelolanya," ungkap Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, mekanisme peyetoran, pelaporan dan penggunaan serta penerimaan daerah dan hibah masih belum sesuai ketentuan. Juga ada yang belum mencatatkan dengan jelas sehingga itu yang harus diperbaiki.

"Ini sama dengan pusat dan dari daerah masih banyak kelemahan dari sistem pengendalian pelaksanaan. Makanya kalau kita memiliki kertas dari APIP kita mengharapkan daerah membangun sistem pengendalian pelaksanaan dari APBD untuk diperkuat," jelasnya.

Menurutnya, terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dirinya mengharapkan para pimpinan K/L dan daerah memiliki komitmen untuk memperbaikinya. DIa juga berharap Pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa bekerja sama dalam mewujudkan tidak hanya APBN yang berkualitas namun juga mampu.

"Kita juga ingin menumbuhkan kultur pengelolaan keuangan negara yang baik dan pelaporan yang mengikuti standar Internasional. Karena yang kita lakukan bukan hanya untuk pemerintah tapi juga masyarakat. Survei kepuasan publik dan kepercayaan publik kepada pemerintah Indonesia meningkat. Mari kita memelihara hasil yang baik itu untuk memperbaiki laporan keuangan negara," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini