Image

Tanpa Bantuan Saham Apple, Wall Street Masih Mampu Cetak Rekor

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 05:41 WIB
https img k okeinfo net content 2017 09 14 278 1775550 tanpa bantuan saham apple wall street masih mampu cetak rekor GdUS24t9Ij jpg

NEW YORK - Wall Street kembali naik tipis ke rekor tertinggi mereka, seiring karena kenaikan saham sektor aneka industri dan konsumen mengimbangi kerugian di sektor teknologi akibat penurunan saham Apple Inc.

Saham Apple (AAPL.O) turun 0,8% karena kekhawatiran bahwa perusahaan yang baru meluncurkan iPhone X terlalu mahal, dan karena ketersediaannya yang sangat terbatas. Dengan saham Apple yang sudah naik hingga 37% sepanjang tahun ini, beberapa analis mengatakan sudah waktunya untuk mencairkan keuntungan.

Bahkan dengan kerugian Apple, indeks S&P 500, Dow Jones Industrial avarage dan Nasdaq ditutup pada tingkat tertinggi mereka, dibantu oleh saham konsumen lainnya. Sementara sektor energi di indeks S&P naik, setelah Badan Energi Internasional mengatakan bahwa surplus minyak mentah global mulai menyusut.

Indeks Dow Jones Industrial Average .JJI naik 39,32 poin atau 0,18% menjadi 22.158, indeks S&P 500.SPX naik 16,89 poin atau 0,08% menjadi 2.498, dan Nasdaq Composite .IXIC menguat 5,91 poin atau 0,09%, ke 6.460,19.

Indeks tersebut telah mencapai beberapa rekor tahun ini, meskipun ada kemunduran akibat gejolak di Gedung Putih, kenaikan suku bunga AS, keraguan tentang kemampuan Presiden Donald Trump untuk mendorong reformasi pro-bisnisnya, dan akhir-akhir ini ketegangan mengenai senjata nuklir Korea Utara.

Tercatat indeks S&P 500 naik 11,6% pada 2017, diperdagangkan pada 17,6 kali pendapatan yang diharapkan. Indeks ini lebih mahal 14,3 kali dibandingkan dengan rata-rata 10 tahun terakhir.

Sekira 6,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas rata-rata 20 hari perdagangan sebesar 5,8 miliar. (sym)

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini