Image

Terancam Ditendang dari Pasar Modal, Bursa Efek Beri Peringatan 2 Emiten

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:19 WIB
https img z okeinfo net content 2017 09 14 278 1776098 terancam ditendang dari pasar modal bursa efek beri peringatan 2 emiten pbPQIKsCaX jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan pihak bursa telah memberikan peringatan bagi dua emiten tercatat yang berpotensi ditendang dari pasar modal. Namun, total emiten yang berpotensi dihapuskan dari pasar modal atau delisting ada 4 perusahaan.

Tito menjelaskan, minggu depan adalah batas terakhir dua manajemen emiten itu untuk melapor ke BEI.

"Dia akan datang ke kita minggu depan untuk menjawab surat ini, yang dua. Laporan keuangan sudah masuk tapi tetap sudah lebih dari dua tahun enggak ada pendapatan," ujarnya di Gedung BEI, Kamis (14/9/20217). 

Baca Juga: 28 Perusahaan yang Disuspensi Terancam Delisting

Namun, Tito enggan menyebut nama dari dua perusahaan itu, lantaran masih mempertimbangkan sisi investor mayoritas. Selain itu, Tito juga mengatakan apabila 4 emiten yang berpotensi delisting mau menunjukkan etika baik, maka pihak bursa akan memaklumi. Namun sebaliknya, jika tak kunjung ada etika baik maka bursa tidak segan lagi untuk melakukan penghapusan paksa atau force delisting

"4 ini kalau mereka tidak punya niat baik mereka bisa di force delisting," kata dia. 

Baca Juga: Perbaikan Ekonomi RI Bikin Laba Emiten Naik-Turun, Benarkah?

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan emiten berpotensi delisting antaranya, tidak memenuhi ketentuan saham beredar di publik atau free float sebesar 7,5%, tidak memenuhi minimal kepemilikan saham individu maupun institusi minimal 300 investor, serta tidak menyerahkan laporan keuangan, dan lainnya. 

Dalam catatan BEI ada sembilan emiten yang menyalahi aturan freefloat dan minimal kepemilikan saham. Sembilan emiten tersebut antara lain: PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS), PT Destinasi Tirta Nusantara (PDES), PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD), PT Skybee Tbk (SKYB), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), OT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI dan SQBB).

Baca Juga: Saham Murah Bertebaran di Sektor Perkebunan, Bagaimana Prospeknya?

BEI juga mencatat 16 perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2017, dan atau belum melakukan pembayaran denda aas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini