Image

Catat! BUMN yang Rugi Disarankan Perkuat Sinergi

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 13:17 WIB
https img o okeinfo net content 2017 09 14 320 1775771 catat bumn yang rugi disarankan perkuat sinergi t3LBS1YwQ1 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperingatkan agar direksi perusahaan-perusahaan pelat merah yang masih merugi segera memperbaiki kinerjanya.

Jika tahun depan kerugian sejumlah BUMN itu berlanjut, Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan mengevaluasi terhadap direksinya. Deputi BUMN Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro mengatakan, pemerintah akan terus mendorong BUMN yang mengalami kerugian untuk melakukan sinergi.

“Tujuannya agar semua BUMN bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama memiliki kinerja yang baik,” ujar dia di Jakarta. Salah satu langkah evaluasi yang akan ditempuh Kementerian BUMN adalah dengan mengganti direktur utama berdasarkan evaluasi kinerja.

Baca juga: BUMN Disuntik Modal Negara Tapi Masih Rugi, Menteri Rini Siap Ganti Direksi!

Hal itu diungkapkan Menteri Rini Soemarno melalui Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro. “Bu Menteri mengingatkan entah yang ke berapa kali supaya akhir 2017 tidak boleh ada atau seminimal mungkin yang masih mengalami kerugian,” kata Imam.

Imam juga menyebutkan, pemimpin perusahaan BUMN harus kerja ekstra keras hingga akhir tahun ini. Imam juga menyampaikan keinginan Rini karena jika ingin keluar dari kerugian harus kerja ekstra hingga akhir tahun ini. “Kalau tidak mau diajak cepat atau kalau mau jalannya kayak kura-kura, ya minggir saja,” ujar dia. Sebelumnya Kementerian BUMN menyatakan sebanyak 24 BUMN mengalami kerugian pada semester I/2017.

Baca juga: Swasta Dianggap Anak Tiri, BUMN Harusnya Garap Proyek Infrastruktur di Atas Rp150 Miliar

Perusahaan- perusahaan itu di antaranya, Perum Bulog, PT Krakatau Steel Tbk, PT Berdikari, PT Indofarma Tbk, PT Energy Managementa Indonesia, PT PAL, PT Djakarta Lloyd, Perum Produksi Film Negara, PT Aneka Tambang Tbk, PT Dirgantara Indonesia, PT Danareksa, PT Rajawali Nusantara Indonesia, Hotel Indonesia Natour, Pos Indonesia, Balai Pustaka.

PAL Indonesia, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, Iglas, dan Istaka Karya. Dari sejumlah BUMN tersebut, 11 BUMN di antaranya telah mengalami restrukturisasi. Namun, restrukturisasi tersebut belum tuntas 100%. Direktur Utama PT Djakarta Lloyd, Suyoto mengatakan, BUMN yang bergerak di sektor jasa pelayaran ini telah menjalankan restrukturisasi.

“Kami sudah hampir selesai restrukturisasi. Sudah PKPU, penyelesaian karyawan serta penyelesaian utang. Yang tersisa mengenai restrukturisasi ini terkait pajak saja,” ujar dia. Suyoto mengaku optimistis BUMN Djakarta Lloyd yang dipimpinnya bisa membukukan laba pada akhir tahun ini. “Sekarang ini sudah hampir bisnis kembali normal.

Baca Juga: Hipmi: Monopoli BUMN Sangat Tinggi!

Tahun kemarin bahkan sudah ada laba usaha sebesar Rp29 miliar. Sekarang juga sudah proses pengadaan produksi dan banyak proyek lain menunggu,” ungkapnya. Anggota DPR Komisi V dari Partai Gerindra Bambang Hardjo mendukung langkah Kementerian BUMN yang akan mengevaluasi pemimpin perusahaan di BUMN.

Menurut dia, banyak perusahaan BUMN yang merugi disebabkan salah kelola. Meski mendukung pergantian, tapi harus dilakukan sesuai dengan mekanisme dan keahlian. “Selama ini banyak yang tidak pas menempati posisi Direktur Utama BUMN. Maka ke depan, jika ingin mengganti pemimpin BUMN sekelas dirut harus memiliki kriteria, seperti integritas dan pemahaman mendalam di sektor yang dipimpinnya,” tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini