Image

Ada Pelayaran Langsung, Biaya Logistik Jakarta ke Aceh Turun hampir 50%

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 14:30 WIB
https img okeinfo net content 2017 09 14 320 1775827 ada pelayaran langsung biaya logistik jakarta ke aceh turun hampir 50 XfAsA6mk4Y JPG Foto: Pelindo I

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I Cabang Malahayati Banda Aceh menyatakan biaya logistik dari Jakarta ke Aceh turun menjadi Rp7,5 juta dan membuat waktu perjalanan menjadi relatif lebih singkat yaitu 4 hari. Sebagai perbandingan, biaya logistik untuk angkutan darat menggunakan truk dari Jakarta ke Aceh via Merak Bakauheni Rp 17,5 juta dan membutuhkan waktu tempuh 4-5 hari.

Sementara untuk pelayaran dari Jakarta ke Belawan dan selanjutnya dari Belawan ke Banda Aceh melalui jalur darat dengan menggunakan truk memerlukan waktu 4-5 hari dengan biaya angkut diperkirakan Rp13,5 juta.  Penurunan biaya logistik tersebut tercapai setelah adanya pelayaran dari Jakarta langsung menuju Pelabuhan Malahayati.

Baca juga: Wah, Agus Marto Siap Bantu Promosikan 60 Paket Wisata Selama Pertemuan IMF-World Bank 2018

Seperti diketahui mulai Januari 2017 Pelindo I Cabang Malahayati sudah ditetapkan sebagai terminal petikemas oleh Kementerian Perhubungan. Untuk menunjang hal tersebut, Pelindo I Cabang Malahayati telah menyiapkan segala fasilitas dan peralatan untuk mendukung kegiatan bongkar muat di terminal petikemas tersebut.

Pelabuhan Malahayati memiliki dermaga dengan panjang 384 meter dan dapat menampung tiga kapal ukuran 100 meter dengan muatan 300 TEUS petikemas sekaligus. Fasilitas-fasilitas ini juga didukung dengan peralatan bongkar muat petikemas seperti: satu unit HMC (Harbour Mobile Crane), tiga unit forklift, reach staker, dan enam unit truk pengangkut petikemas, dan lainnya.

Baca juga: Menko Luhut: Jalan Bawah Tanah Bali Selesai Sebelum Acara IMF-World Bank di 2018

“Pelabuhan Malahayati sudah memiliki kedalaman alur 9,5 meter dengan dermaga yang mendukung, adanya pelayaran yang terjadwal, ketersediaan alat bongkar muat, lapangan penumpukan petikemas, dan transportasi jalan yang mendukung. Dengan semua hal tersebut mampu mendukung untuk masuknya kapal-kapal kontainer ke Pelabuhan Malahayati,” terang General Manager Pelindo I Cabang Malahayati Rudi Susanto di Banda Aceh dikutip dari keterangannya, Kamis (14/9/2017).

“Seluruh persiapan ini kami lakukan demi mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional,” jelas Rudi Susanto. Pelindo I Cabang Malahayati, Banda Aceh sendiri telah melaksanakan pelayanan petikemas sejak Agustus 2016.

Baca juga: Optimalkan APBN, Kemenhub Operasikan Pelabuhan Waingapu dengan Pelindo III

Dengan pengiriman barang dari Jakarta menuju Aceh melalui transportasi laut dapat menekan biaya operasional. Selain efisiensi biaya transportasi, efisiensi bahan bakar juga dapat tercapai. “Efisiensi ini diharapkan dapat mengundang investor-investor baru ke Aceh. Hal ini sekaligus membuktikan komitmen Pelindo I untuk turut dalam mensukseskan Program Tol Laut  dan gagasan jaringan maritim nasional,” tambah Rudi.

Pelabuhan Malahayati merupakan bagian dari rangkaian program tol laut, dimana 24 pelabuhan telah ditetapkan untuk melaksanakan program tol laut yang menjadi program andalan pemerintah. “Dengan dilayaninya kapal petikemas di Malahayati berarti sudah mulai ada tol laut di Aceh. Keberadaan tol laut bisa membuat ongkos distribusi logistik menjadi lebih murah. Itu artinya, pengiriman barang ke Aceh akan lebih murah dan efisien. Sehingga dengan masuknya kapal-kapal kontainer bisa meningkatkan daya saing harga barang nasional, terutama di wilayah Aceh,” jelas Plh ACS Humas Pelindo I Ade Maydwianda.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini