Share

Mantap, Proyek Kereta Trans Kalimantan Mulai Dilirik Investor

Dedy Afrianto, Okezone · Senin 18 September 2017 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 18 320 1778383 mantap-proyek-kereta-trans-kalimantan-mulai-dilirik-investor-SxyfQNpyN8.jpg Foto: Dedy/Okezone

JAKARTA - Pulau Kalimantan tak luput dari proyek pembangunan infrastruktur. Pembangunan bandara hingga infrastruktur kereta api terus dilakukan oleh pemerintah. 

Pembangunan ini memang dilakukan tidak semasif proyek pembangunan trans Papua yang harus membelah pegunungan. Hanya saja, proyek ini diyakini akan memberikan efek positif bagi perkembangan daerah Kalimantan. 

Baca juga: Sedang Dikebut, Jalur Double Track Selatan Jawa Ditaksir Rampung 2019

Demikian disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Firdaus Ali di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers terkait rembuk nasional 2017 tentang evaluasi kebijakan Presiden Joko Widodo. 

Menurut Firdaus, Indonesia memang telah tertinggal dari negara lainnya dalam hal pembangunan infrastruktur. Bahkan, negara lain telah menggunakan moda transportasi berbasis rel sebagai sarana transportasi utama. 

"Di luar negeri orang giat bangun transportasi berbasis rel," kata Firdaus. 

Baca Juga: Aktifkan Jalur Kereta Cianjur-Padalarang, Kemenhub Anggarkan Rp256 Miliar

Proyek yang kereta api trans Kalimantan saat ini masih dalam proses pembangunan. Meskipun proyek ini mengalami kendala dari keterbatasan fiskal, namun saat ini telah ada investor yang berminat untuk menggarap proyek tersebut. 

"Sudah ada investor yang minat proyek trans Kalimantan berbasiskan rel," ujarnya. 

Hanya saja, belum diketahui asal  investor dan dana investasi yang akan dikucurkan. Pemerintah sendiri saat ini masih fokus membangun proyek yang belum diminati oleh investor dengan dana APBN. 

Baca juga: Jokowi: Pembangunan Jalur Kereta Ganda Bogor-Sukabumi Dimulai Tahun Ini, Anggarannya Rp400 Miliar

Proyek pembangunan transportasi berbasis rel juga dilakukan di Sulawesi. Nantinya, proyek pembangunan ini juga akan dievaluasi dalam rangka 3 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2017 mendatang. 

Sementara itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto mengatakan, masalah lainnya juga turut dibahas dalam rembuk nasional untuk evaluasi kebijakan pembangunan pemerintah. Selain infrastruktur, evaluasi juga akan dilakukan untuk sektor lainnya seperti persoalan narkoba hingga pangan. 

"Lalu juga ada isu nasional seperti persiapan Asian Games, penanganan masalah Papua, persekusi dan intimidasi, super darurat narkoba, sikap intoleransi dan sikap anti Pancasila, keamanan pangan, dan masalah krusial lain," ujarnya pada kesempatan yang sama.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini