Share

Terlalu Banyak Tambah Utang, Pefindo Turunkan Rating PP Properti

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 19 278 1778931 terlalu-banyak-tambah-utang-pefindo-turunkan-rating-pp-properti-9B8P4ZiHZX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat Mediun Term Note (MTN) dan obligasi yang telah diterbitkan tahun 2016, milik PT PP Properti Tbk (PPRO). Perseroan dinilai terlalu agresif dalam meningkatkan struktur permodalan perseroan melalui tambahan utang yang signifikan.

Analis Pefindo Martin Pandiangan menjelaskan, utang ini di luar dari yang telah diproyeksikan untuk mendanai belanja modal perseroan dalam jangka pendek ke menengah. Peringkat ini juga termasuk MTN II Seri B senilai Rp100 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 September 2017.

"Pefindo menurunkan peringkat PT PP Properti Tbk, MTN tahun 2016 dan obligasi tahun 2016 menjadi BBB, dari sebelumnya BBB+," ujarnya di Kantor Pefindo, Jakarta, Selasa, (19/9/2017).

Selain itu, Martin melanjutkan, PPRO telah merevisi proyeksi belanja modal untuk tahun 2017 menjadi sebesar Rp2,4 triliun dari sebelumnya Rp1,6 triliun. Mayoritas dari tambahan belanja ini akan dialokasikan untuk menngakuisisi lahan di beberapa lokasi yang akan dilakukan dengan pendanaan dari eksternal.

"Kami juga memandang bahwa belanja modal untuk dua tahun mendatang berpotensi meningkat untuk pengembangan proyek properti di lokasi-lokasi yang ditargetkan dan juga untuk ptoyek properti yang saat ini sedang dijalankan," lanjutnya.

Kondisi ini, lanjutnya, meningkatkan proyeksi rasio utang terhadap EBITDA secara rata-rata tiga tahun sejak 2017 hingga 2019, menjadi di atas 8x. Sementara itu, rasio dana internal dari operasi terhadap utang di bawah 5%.

Sementara itu, outlook perusahaan adalah stabil, karena penurunan peringkat telah memasukkan rencana utang yang lebih tinggi dari yang telah diproyeksikan di dalam profil keuangan PPRO. Sebagai catatan, hingga 30 Juni 2017 lalu, PPRO memiliki total kas senilai RP1,1 triliun termasuk dana right issue yang belum digunakan.

"Kami memandang kemungkinan peningkatan peringkat dalam waktu 12-18 bulan ke depan bersifat terbatas. Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan apabila pendapatan dan EBITDA perusahaan lebih rendah daripada yang diharapakan, sedangkan perusahaan berhutang lebih dari yang diproyeksikan," kata dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini