nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Beras dan Biaya Kuliah Diperkirakan Jadi Pendorong Inflasi

ant, Jurnalis · Selasa 19 September 2017 21:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 19 320 1779214 harga-beras-dan-biaya-kuliah-diperkirakan-jadi-pendorong-inflasi-814ldQ326P.jpg Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)

PURWOKERTO - Kenaikan harga beras di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, diprediksi memicu terjadinya inflasi pada September 2017. Sumber inflasi tersebut, diperkirakan berasal dari kenaikan harga beras dan biaya kuliah di perguruan tinggi.

"Kami memprediksi pada bulan September akan terjadi inflasi namun kecil saja, yaitu 0,03% untuk Purwokerto, Kabupaten Banyumas, dan 0,05% untuk Cilacap," kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Fadhil Nugroho di Purwokerto, Selasa (19/9/2017).

Sementara itu, beberapa komoditas "volatile food" hingga minggu kedua September masih menunjukkan terjadinya deflasi, misalnya daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan beberapa komoditas pertanian, seperti kentang, kacang panjang, ikan kembung, ikan mas, dan ikan tongkol.

Menurutnya, hal yang sama juga terjadi di Cilacap karena beberapa komoditas "cocktail food" masih menunjukkan kecenderungan penurunan harga atau deflasi. Dia mengatakan berdasarkan pemantauan sampai dengan minggu kedua, secara keseluruhan masih terjadi deflasi.

"Mengingat tanggal 21 September ini sudah memasuki bulan Sura (Muharam, red.) di mana biasanya dalam adat istiadat Jawa sudah tidak diperbolehkan melakukan pesta ataupun kegiatan besar lainnya, diperkirakan pada akhir bulan nanti harga-harga akan mengalami penurunan karena menurunnya permintaan," kata Fadhil.

Khusus untuk harga beras yang masih cenderung naik, dia menduga hal itu disebabkan pada Bulan Besar (Zulhijah) masih banyak diselenggarakan pesta pernikahan sehingga meningkatkan permintaan terhadap beras.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Cilacap Dian Arinda Murni mengatakan berdasarkan pantauan di sejumlah toko beras, harga komoditas pertanian itu masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang Rp9.450 per kilogram untuk kualitas medium dan Rp12.800 per kilogram untuk kualitas premium.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini