nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbitkan Obligasi Rp700 Miliar, Tower Bersama Tawarkan Kupon 8,4%

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 15:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 20 278 1779677 terbitkan-obligasi-rp700-miliar-tower-bersama-tawarkan-kupon-8-4-ox57MczOW4.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah menerbitkan obligasi berkelanjutan II Tahap III Tahun 2017 dengan kupon tetap sebesar 8,4%.

CEO Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong mengatakan, total penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp700 miliar dengan tenor selama tiga tahun dan kupon tetap 8,4%. Kupon obligasi ini akan dibayarkan setiap kuartalnya. ”Kami sangat bahagia dapat memasuki pasar obligasi rupiah sekali lagi tahun ini dan dengan harga yang kompetitif,” kata Hardi dalam keterangan tertulisnya kemarin. Obligasi TBIG II Tahap III adalah setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari perseroan.

Baca Juga: Punya Duit Rp1,5 Triliun, Tower Bersama Baru Rogoh Rp407 Miliar untuk Buyback

Menurut dia, penggunaan dana dari penawaran ini setelah dikurangi biaya penerbitan akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari entitas anak usaha, khususnya fasilitas B dari credit facility yang ada. ”Dengan pertumbuhan organik kami yang kuat, perseroan dapat mempertahankan leverage di 5x, yang masih jauh di bawah pembatasan obligasi kami untuk tidak lebih tinggi dari 6,25%,” ujarnya. Jadi, rasio total pinjaman yang diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan.

Baca Juga: 13 Juni, Tower Bersama Bagi Dividen Rp149,53/Saham

Aksi korporasi ini telah memperoleh peringkat AA- dari Fitch Indonesia dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2017. ”Kreditur kami, baik bank maupun di pasar obligasi merupakan mitra penting, di mana kami terus tumbuh secara organik dan memulai akuisisi,” tambahnya. Untuk catatan, hingga akhir Juni 2017, total pinjaman (debt) perseroan mencapai Rp17,4 triliun, jika pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) yang telah dilindungi nilai ukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya.

Sementara total pinjaman senior (gross senior debt)sebesar Rp12,16 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp191 miliar, maka total pinjaman senior bersih (net debt) menjadi Rp17,2 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp11,97 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini