Share

Biaya Top Up E-Money, Mandiri: Yang Diatur BI Itu Pihak Ketiga

Trio Hamdani, Okezone · Rabu 20 September 2017 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 20 320 1779694 biaya-top-up-e-money-mandiri-yang-diatur-bi-itu-pihak-ketiga-5STVA0queb.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Bagai ketiban durian, industri perbankan disebut akan untung besar apabila rencana Bank Indonesia (BI) mengenakan biaya isi ulang (top up) kartu uang elektronik (e-money) diimplementasikan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menegaskan bahwa yang ingin diatur oleh BI adalah pihak ketiga yang mengenakan biaya top up e-money. Pihak ketiga dimaksud adalah merchant-merchant yang bekerjasama bank untuk menyediakan layanan top up.

"Yang diatur BI itu adalah pihak ketiga.  Pihak ketiga itu siapa? Contohnya Indomaret, karena di sana bisa top up. Itu yang akan diatur biaya maksimumnya," kata Kartika ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Baca Juga: Perbanas Pertanyakan Wacana Pemungutan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

Jadi, dia menjelaskan bahwa aturan yang akan dikeluarkan BI bukan untuk mengharuskan perbankan membebani biaya top up bagi pengguna uang elektronik yang diterbitkan oleh bank bersangkutan.

"Seperti yang disampaikan Bank Indonesia bahwa kalau yang on-us artinya kan kartu e-money Mandiri memang dari dulu memang nol. Enggak ada biayanya," jelas dia.

Baca Juga: Bank BUMN Kompak Tolak Aturan Biaya Isi Ulang Uang Elektronik

Transaksi on-us bisa dikatakan sebagai jenis transaksi menggunakan sarana dan prasarana bank penerbit uang elektronik. Sementara off-us adalah jenis transaksi yang melibatkan sarana dan prasarana dari pihak ketiga.

"Jadi ada 3 ada on us, off us dari mitra. Off us misalnya kalau e-money-nya Mandiri di ATM BNI, itu akan kita bebaskan juga itu antara Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Dari mitra yang akan diatur oleh BI," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini