nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Kalau Dibelikan Pulsa, Kartunya Dicabut!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 25 September 2017 14:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 25 320 1782549 presiden-jokowi-kalau-dibelikan-pulsa-kartunya-dicabut-E1GrZ5EH2u.jpg Jokowi saat bertemu dengan para pelajar (Foto: Setkab)

JAKARTA -Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat Salatiga di SMA Negeri 3 Salatiga, Kelurahan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah.

Sebanyak 675 pelajar menerima KIP dan 1.500 keluarga yang memperoleh kartu PKH dalam pendistribusian tersebut.

Baca juga: 1,2 Juta Keluarga Bakal Dapat Bantuan Nontunai Tahun Ini

Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp450.000 per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp750.000 bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, menjelaskan bahwa dana bantuan yang diterima dari KIP digunakan hanya untuk keperluan sekolah, seperti membeli buku, tas, sepatu, seragam sekolah.

 Baca juga: Program Bantuan Pangan Nontunai, Bulog Terancam Kelebihan Stok Beras

"Bisa untuk beli pulsa? Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau dibelikan pulsa, kartunya dicabut," ucap Presiden seperti melansir keterangan tertulis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Senin (25/9/2017).

Sementara bagi penerima PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH itu dapat diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.

 Baca juga: Alhamdulillah... Penyaluran Bantuan Sosial Nontunai Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Presiden mengatakan bahwa bantuan PKH tersebut digunakan untuk keperluan pendidikan dan gizi keluarga. "Di dalam PKH ada anggaran Rp1.890.000. Itu dipakai untuk pendidikan anak, keperluan gizi anak-anak. Ingat tidak boleh untuk membeli rokok," ujar Presiden saat memberikan sambutan.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini