nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Badan Anggaran DPR, Sri Mulyani hingga Agus Martiwardojo Bahas RAPBN 2018

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 04 Oktober 2017 12:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 04 20 1788416 bertemu-badan-anggaran-dpr-sri-mulyani-hingga-agus-martiwardojo-bahas-rapbn-2018-y3rU7gaECS.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melakukan rapat kerja (Raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk pembahasan awal RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 berdasarkan hasil Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan.

Adapun pihak pemerintah yang hadir, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

 Baca juga: Asumsi Rupiah Direvisi, Pembiayaan Utang Negara Turun Jadi Rp399,2 Triliun

Pantauan Okezone, rapat dimulai pukul 11:25 WIB dan dipimpin oleh Ketua Banggar Azis Syamsuddin dan dihadiri oleh anggota Banggar.

"Sesuai dengan tata tertib, absen sudah ditanda tangani anggota dari 10 fraksi. Maka rapat saya buka dan dinyatakan terbuka untuk umum," ungkapnya di Ruang Sidang Banggar, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

 Baca juga: Tok! Badan Anggaran DPR Sepakati Defisit 2,19% dan Pembiayaan Utang Rp399,2 Triliun

Seperti diketahui, Pemerintah mematok defisisit sebesar 2,19% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di RAPBN 2018. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan outlook 2017 sebesar 2,67%.

Degan defisit sebesar 2,19% ini, maka rasio utang juga akan tetap bisa ditekan oleh Pemerintah dikisaran 29% dari PDB. Selain itu, defisit keseimbangan primer Rp78 triliun di bawah angka 2017 Rp178 triliun.

 Baca juga: Simak! Pemerintah dan DPR Bahas Defisit dan Pembiayaan Utang di RAPBN 2018

Pembiayaan pinjaman negatif, maka artinya pembayaran secara neto Rp6,7 triliun, investasi Rp65,7 triliun naik sedikit dari 2017 Rp59,7 triliun dan penjamin Rp1,1 triliun.

Sementara itu, untuk pembiayaan utang pemeringah mematok sebesar Rp399,2 triliun di RAPBN 2018. Jumlah tersebut berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) Rp414,7 triliun (neto) lebih kecil dibandingkan outlook 2017 sebesar Rp433 triliun dan pinjaman Rp15,5 triliun (neto).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini