nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Dana Pinjaman Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menteri Rini: Cair Bulan Depan

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 05 Oktober 2017 21:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 05 320 1789665 soal-dana-pinjaman-kereta-cepat-jakarta-bandung-menteri-rini-cair-bulan-depan-iZLopZcwKA.jpg Foto: Ulfa Arieza/Okezone

JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah memulai proses pembangunan kontruksi akhir bulan ini. Hal ini karena masalah pembebasan lahan dan penetapan lokasi (penlok) jalur kereta sudah selesai.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sama saja dengan proyek lain yang masalah utama pembangunannya ada pada pembebasan lahan dan penlok. Untuk menyelesaikan kedua hal ini membutuhkan finalisasi waktu yang cukup lama.

"Tadinya kan jalur kereta Jakarta-Bandung betul-betul sebelahan dengan jalan tol Jakarta-Bandung tapi karena kontur tanah yang tidak stabil, dan banyak belokan yang tidak butuhkan kereta cepat, akhirnya pembangunannya menjauh sekira 43 km. Titik di Walini sudah mulai kontruksi, pada akhir Oktober semua konstruksi dimulai,"ujarnya dalam bincang santai dengan media, di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Baca juga: Fokus Bebaskan Lahan, China Pede Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sesuai Jadwal

Dia mengatakan, dalam proses pembangunannya juga akan memakan waktu yang tidak sebentar karena total ada 22 terowongan yang akan dibangun. Di mana terowongan yang diproyeksikan memakan waktu paling lama ada di Halim Perdanakusuma.

"Ini dimulai akhir bulan pengerjaannya, kira-kita memakan waktu 26 bulan. Dari pembangunan itu ke sananya cepat, targetnya Februari 2020 selesai,"tuturnya.

Sementara itu, untuk pinjaman dana pembangunan proyek dari China Development Bank dalam waktu dekat akan cair. Rini mengatakan, untuk pencairan dilakukan secara berahap.

Baca juga: Pameran Di JCC, Begini Penampakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Pinjam mulai bulan depan ditarik. Kita sudah menyelesaikan dengan CDB karena kebutuhan memang bulan depan. Mungkin USD500-USD1 miliar,"ujarnya.

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini