nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya di Indonesia, Facebook hingga Google Tersangkut Masalah Pajak di Berbagai Negara

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 10:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 06 20 1789894 tak-hanya-di-indonesia-facebook-hingga-google-tersangkut-masalah-pajak-di-berbagai-negara-cJUYc29k4W.jpg Infografis (Foto: Koransindo)

JAKARTA - Untuk meningkatkan penerimaan pajak, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) gencar membidik perusahaan-perusahaan raksasa berbasis internet yang beroperasi di Indonesia. Salah satu bidikan dari Ditjen Pajak adalah Facebook dan Google.

Tahun lalu, Ditjen Pajak mengejar dua perusahaan over the top (OTT) raksasa yakni Google dan Facebook. Kedua perusahaan teknologi internet itu dianggap layak dikenakan pajak karena menerima pemasukan iklan yang jumlahnya diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Kendati beroperasi di Indonesia, Facebook saat itu mengaku hanya memiliki server di Irlandia.

 Baca juga: Google hingga Facebook Beroperasi di Indonesia, Begini Caranya jika Tidak Mau Buka Kantor!

Padahal, Facebook bersama-sama dengan Google menikmati pendapatan iklan internet di Indonesia yang totalnya mencapai USD830 juta atau setara Rp11 triliun pada 2015. Facebook Indonesia melalui perusahaan konsultan media mitra mereka tidak memberi tanggapan mengenai persoalan pajak di Indonesia saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Google Indonesia, juga tidak memberi tanggapan atas pertanyaan mengenai kewajiban pajak mereka. Jason Tedjasuk mana, Head of Corporate Communications Google Indonesia, hanya memberi tang gapan seputar komitmen mereka membantu perkembangan media massa nasional di era digital.

 Baca juga: Berhasil Pungut Pajak Google, Bagaimana Nasib Facebook dan Twitter?

Tidak hanya di Indonesia, pemerintah di beberapa negara di Eropa juga gencar membidik Facebook dan sejumlah perusahaan e-commerce lainnya seperti Amazon. Di Inggris, Facebook melaporkan laba pada 2016 sebesar 58,4 juta poundsterling atau USD77 juta setelah penerapan kebijakan antipemindahan laba di negara itu.

Terjadinya peningkatan tagihan pajak menunjukkan tantangan yang dihadapi Eropa tentang bagaimana menerapkan pajak pada perusahaan teknologi itu. Facebook menyatakan perubahan setelah empat tahun rugi mencapai total 100 juta poundsterling. Facebook UK Ltd memiliki pendapatan di Inggris sebesar 842 juta poundsterling pada 2016, naik dari 202 juta poundsterling pada 2015 setelah beralih pada penjualan ke klien-klien terbesar di Inggris.

 Baca juga: Google Bayar Pajak, Menkominfo: Untuk Jaga Reputasi

Pada 2015, pendapatan dibukukan melalui kantor pusat Facebook di Eropa yang berada di Dublin dan pendapatan anak usaha Facebook di Inggris me rupakan pembayaran dari unit Dublin. Anggota Uni Eropa (UE) ber upaya menghentikan raksasa teknologi seperti Google dan Apple dapat beroperasi sec ara hampir tanpa pajak di blok tersebut. Perusahaan perusahaan itu menyatakan me reka mengikuti aturan pajak, terutama saluran penjualan melalui negara-negara seperti Irlandia dan Luksemburg yang bersikap longgar untuk pajak sehingga perusahaan-perusahaan itu dapat mengalihkan laba mereka ke yurisdiksi nol pajak.

Lembaga eksekutif UE, Komisi Eropa, telah menetapkan berbagai opsi untuk mengatasi masalah ini termasuk omzet perusahaan, retribusi iklan online dan pemotongan pajak. Sebelumnya, perusahaan ritel online Amazon juga diminta membayar denda pajak sekitar 250 juta euro atau USD295 juta pada Luksemburg. Denda itu jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Tahun lalu Apple Inc juga di perintahkan membayar 13 miliar euro pada Irlandia. Komisioner Persaingan UE Margrethe Vestager mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan multinasional tersebut.

“Luksemburg memberi keuntungan pajak ilegal pada Amazon. Hasilnya, hampir tiga per empat laba Amazon tidak dikenai pajak,” paparnya, dikutip kantor berita Reuters.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini