nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkendala Dokumen, Menteri Rini: Holding Energi Diharapkan November Selesai

ant, Jurnalis · Jum'at 06 Oktober 2017 08:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 06 320 1789824 terkendala-dokumen-menteri-rini-holding-energi-diharapkan-november-selesai-Gc3kN7qIXm.jpg Bincang-Bincang Malam Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Ulfa Arieza/Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan bahwa pembentukan holding energi yakni sektor minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan bisa tuntas pada November 2017.

Menteri Rini menjelaskan holding migas dan tambang merupakan dua sektor yang diutamakan bisa selesai tahun ini, setelah harmonisasi dengan kementerian terkait dan pembahasan melalui focus group discussion (FGD) internal antarperusahaan. Menurutnya, proses holding tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

 Baca juga: Sah! Holding BUMN Tambang dan Migas Beres Tahun Ini

"Holding sekarang harmonisasi saya harap cepat, tetapi dokumen memakan waktu. Kami harap November selesai semua. Semua tidak ada masalah, hanya administrasi saja," kata Rini, pada bincang santai dengan media, di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis (5/10) malam.

Adapun holding BUMN migas meliputi Pertamina sebagai induk dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

 Baca juga: Jadi Holding, BNI Yakin Aset Bank BUMN Masuk 10 Besar ASEAN

Sedangkan holding BUMN tambang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk, dan beranggotakan perusahaan lainnya, yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Rini mengaku telah mempersiapkan Budi Sadikin sebagai Direktur Utama PT Inalum yang akan memimpin holding pertambangan. Inalum akan menjadi induk dari holding BUMN tambang, mengingat 100 persen sahamnya masih dimiliki negara.

 Baca juga: Pembentukan Holding BUMN Sudah Tidak Ada Masalah

Rini menilai pembentukan holding ini akan memperkuat perusahaan-perusahaan BUMN tanpa membebani negara.

Menurut dia, meski perusahaan BUMN telah mendapat suntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN), BUMN berhasil membagi dividen kepada negara.

"Tiap tahun pun BUMN memberikan dividen pada negara. Tahun 2015, 2016 sampai 2017, secara total dividen yang diberikan pada negara Rp113 triliun. Bila tahun 2018 ditambah, totalnya menjadi Rp160 triliun," kata Rini pula.

Rini menambahkan sinergi yang kuat dari pembentukan holding juga akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan operasional dan biaya produksi dapat ditekan.

"Kalau sekarang ini, batu bara melakukan penambangan sendiri, investasi sendiri, Antam melakukan hal yang sama. Diharapkan dengan sinergi ini, kita dapat satukan alat-alat berat sehingga 'cost production' kita menurun," katanya pula.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini