nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Capai Target, Lifting Minyak Diprediksi Hanya 98%

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 10:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 11 320 1793093 tak-capai-target-lifting-minyak-diprediksi-hanya-98-XrW2FLVmYM.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan produksi (lifting ) minyak bumi tahun ini sulit tercapai kemungkinan hanya 98% dari target. Hal itu tercermin dari capaian produksi minyak pada Oktober yang hanya mencapai 805.000 barel per hari (bph), sedangkan untuk realisasi gas bumi hingga Oktober mencapai 7.596 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan, pemerintah masih punya waktu hingga tiga bulan ke depan untuk menjaga performa produksi minyak sehingga mendekati target Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar 815.000 bph.

“Dari sisi target tidak akan jauh dari 98%, yang penting dari sisi rupiahnya,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga: Arcandra Tahar: Peningkatan Eksplorasi Migas Butuh Waktu 2-3 Tahun

Menurut dia, meski target produksi minyak tahun ini sulit tercapai, tidak perlu khawatir karena yang lebih penting adalah bukan dari lifting, tapi penerimaan negara dari penjualan minyak. Adapun penerimaan negara dari sektor migas diperkirakan mencapai target. Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sepanjang delapan bulan pada tahun ini berada di angka USD48,41 per barel, meningkat dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar USD37,34 per barel. Sementara kontribusi sektor migas ke penerimaan negara hingga September tercatat Rp92,43 triliun atau lebih besar 10,25% dibanding pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp83,83 triliun.

Baca Juga: Eksplorasi Migas Masih Melempem, Arcandra Tahar Minta Jangan Saling Menyalahkan

Dia menyebut, tidak mudah untuk menjaga produksi lapangan-lapangan migas Indonesia, apalagi jika dipaksakan meningkatkan produksi karena kondisi lapangan yang sudah mature. Selain itu, berbagai permasalahan juga kerap dialami KKKS tidak hanya masalah teknis, misalnya saja cuaca sehingga menghambat proses pengangkutan minyak hasil produksi. Sebab itu, pihaknya beranggapan lifting meleset 2-5% dari target masih cukup wajar. “Spiritnya 98% tercapai. Kalau dalam industri migas itu deviasi 5% itu wajar, ini kan cuma 2% saja, tidak ada masalah,” tandasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini