Waduh, Okupansi Mal di Jakarta Didominasi Sektor Makanan dan Minuman

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 11 470 1793439 waduh-okupansi-mal-di-jakarta-didominasi-sektor-makanan-dan-minuman-9gOb0ZZdnq.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Jones Lang LaSalle (JLL) mengklaim sektor ritel saat ini dalam kondisi yang normal bahkan relatif bergeliat. Pasalnya pada kuartal III ini tingkat occupancy ritel di Jakarta mengalami peningkatan sebesar 88%.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan meningkatnya tingkat occupancy mall tidak terlepas dari ekspansi yang dilakukan para pelaku usaha Food and Beverage (FnB). Pasalnya FnB menjadi sektor yang paling aktif selama triwulan ke tiga pada tahun 2017 ini.

Baca juga: E-Commerce Merajalela, Bagaimana Masa Depan Pusat Perbelanjaan?

"FnB masih menjadi sektor yang aktif selama triwulan tiga di tahun ini," ujarnya dalam property update di Kantor JLL, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Apalagi lanjut James, para pengusaha sektor ritel juga memiliki strategi bisnis yang sangat baik. Dengan memberikan fasilitas pendukung seperti WiFi, tempat yang nyaman serta makanan yang enak.

"FnB juga memiliki strategi yang cukup baik. Karena FnB didukung oleh makanan yang enak, koneksi internet serta tempat yang cukup menarik untuk berfoto," jelasnya.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan Indonesia Sepi, Contek China Ubah Jadi Tempat Rekreasi

"Ekspansi FnB ini juga tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan namun juga terjadi di area residensial dan gedung perkantoran seperti area SCBD, Senopati, Kemang, Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Pondok Indah," imbuhnya.

Selain FnB, mall-mall di Jakarta juga banyak diisi oleh tenant-tenant lainya. Seperti pakaian (fashion) dan hiburan seperti bioskop dan karaoke.

"Selain makanan dan minuman memang fashion dan hiburan masih banyak" kata James

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini