Image

Berkat Proyek Infrastruktur BUMN, Pertumbuhan Kredit BNI Naik 13%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 278 1794229 berkat-proyek-infrastruktur-bumn-pertumbuhan-kredit-bni-naik-13-karQmrm8R8.jpg RUPS BNI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proyek infrastruktur yang digenjot pemerintah berhasil meningkatkan angka penyaluran kredit bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Hingga akhir Kuartal III 2017, bank plat merah ini berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp421,41 triliun atau tumbuh 13,3% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp372,02 triliun.

Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, BNI menggali potensi pasar pembiayaan BUMN dengan fokus pada proyek infrastruktur dan sektor industri yang memiliki risiko rendah dan terkontrol. Upaya ini yang mendorong pertumbuhan kredit perseroan di atas pertumbuhan kredit industri.

"Selain itu, BNI mengoptimalkan jaringan dan outlet untuk mampu menggarap potensi pasar yang ada serta menggali potensi supply chain debitur korporasi untuk menangkap potensi debitur baru," ujarnya di Kantor BNI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca Juga: Tumbuh 31,6%, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,16 Triliun

Sulistyowati melanjutkan, penyaluran kredit BNI lebih banyak ke sektor business banking dibandingkan ke sektor bisnis konsumer. Komposisi penyaluran kredit ke sektor business banking sebesar 78,3% dari total kredit atau sebesar Rp329,75 triliun.

Pada sektor Business Banking ini, kredit BNI disalurkan ke segmen korporasi sebesar 23,6% dari total kredit, kredit BUMN sebesar 19,4%, lalu ke segmen menengah sebesar 16,1%, dan segmen Kecil sebesar 12,8%.

Baca Juga: Targetkan Kredit 17%, BNI: Kita Sangat Kuat di Dana Murah

Sedangkan penyaluran kredit ke sektor bisnis konsumer sebesar 16,3% dari total kredit atau sebesar Rp68,53 triliun, tumbuh 9,2% di atas realisasi periode yang sama 2016 sebesar Rp62,73 triliun. Kredit ke sektor konsumer didominasi Kredit Kepemilikan Rumah (BNI Griya), Kartu Kredit, dan Fleksi.

"Pertumbuhan ini diraih dengan dua strategi utama, yaitu optimalisasi potensi pembiayaan melalui produk payroll nasabah dari debitur institusi dan melalukan optimalisasi cross selling," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini