Image

Simak! Sultan Yogyakarta Ingin Pembangunan Infrastruktur Dipercepat

ant, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794049 simak-sultan-yogyakarta-ingin-pembangunan-infrastruktur-dipercepat-CfRWgDNw2x.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KULONPROGO - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X akan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan menuju objek wisata untuk mendukung bandara baru di Kabupaten Kulonprogo.

Sultan di Kulonprogo, Kamis, mengatakan program percepatan pengembangan objek wisata ada yang sifatnya dapat dipublikasikan dan rahasia.

 Baca juga: Wih! Kementerian PUPR Siapkan Rp20 Triliun untuk Infrastruktur Sumatra, Bangun Apa Saja?

"Programnya ada yang bisa dipublikasikan dan rahasia. Yang dapat dipublikasikan seperti pembangunan infrastruktur," katanya.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur ini tidak hanya menjadi beban Pemda DIY, tapi juga pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian teknis, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 Baca juga: Wah, Run Way Bandara Trunojoyo Diperpanjang hingga 2,25 Km!

"Pembangunan infrastrukturnya dibebankan APBN, maka yang mengerjakan departemen," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo membuat rencana detail teknis (DED) infrastruktur jalan menuju objek wisata, kemudian diserahkan ke bupati supaya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) mengajukannya ke dewan dan membangunnya.

 Baca juga: Resmi! Bandara Trunojoyo Layani Penerbangan Komersial Mulai Hari Ini

Hamam menyayangkan Dinas Pariwisata yang masih asik dengan urusan internal sehingga tidak membuat gebrakan khusus menyambut bandara.

"Dispar harus kerja cepat, buat program percepatan yang bisa dikerjakan dengan cepat, tapi tetap memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Selain itu, kata Hamam, Dispar harus menyusun rencana detail teknis objek wisata dengan menempatkan lokasi untuk kuliner. Saat ini, toko dan kuliner yang dibangun masyarakat masih semrawut.

"Kenapa Dispar Kulon Progo ini tidak mau berbenah diri, apalagi menghadapi bandara membutuhkan revolusi sektor pariwisata. Kalau tidak ada perubahan, Kulonprogo akan menjadi penonton," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini