Image

Nasabah Minta First Travel Jangan Dipailitkan, Jadi Tidak Lepas Tanggung Jawab!

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 15:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794083 nasabah-minta-first-travel-jangan-dipailitkan-jadi-tidak-lepas-tanggung-jawab-InIQBnnNsF.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) hari menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Rapat Komisi VIII, Jakarta. Dalam RDPU kali ini, Komisi VIII DPR RI mengundang perwakilan korban biro perjalanan umrah PT First Travel.

Menurut salah satu anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka mengatakan pada RDPU tersebut, para korban first travel meminta agar perusahaan biro perjalanan tersebut tidak di pailitkan atau dihentikan pengoperasiannya. Karena menurutnya jika dipailitkan, maka perusahaan akan melepas tanggung jawabnya untuk melakukan ganti rugi.

Baca juga: Datangi Komisi VIII, Korban First Travel Berharap Dapat Keadilan

"Mereka minta travel tidak mau di pailitkan karena kan jadi lepas tanggung jawab pembayaran mereka kan inginnya umrah," ujar Diah saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

"Tuntutan nasabah itu kan sebelumnya ada dua, terlepas dari proses hukum yang berjalan mereka ingin bisa berangkat umrah atau uangnya dikembalikan," imbuhnya.

Baca juga: Kembali Datang ke DPR, Korban First Travel Curhat Ditelantarkan Kemenag

Selain meminta tidak dipailitkan lanjut Diah, para korban yang pagi tadi mengadu juga meminta untuk uang setoran jamaah bisa dibuktikan keberadaannya. Pasalnya, dari total uang Rp 800 miliar baru Rp 100 miliar yang bisa dibuktikan keberadaannya.

"Nah duit Rp 700 miliar kan tidak mungkin menghilang tanpa bekas. Beli tas berapa banyak sih, beli mobil berapa banyak sih lagian dia beli mobil kemana kan akan terdeteksi. Makanya kita nih abis ini mau juga rapat sama dirjen haji umrah," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini