Image

Kemenperin Bidik IKM Jepang, Mulai dari Automotif hingga Elektronik

ant, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 16:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794165 kemenperin-bidik-ikm-jepang-mulai-dari-automotif-hingga-elektronik-TjzbCrsc5m.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengajak Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jepang mengisi sektor-sektor industri yang masih kosong di Indonesia, sehingga memperdalam struktur industri di Indonesia.

Hal ini akan dilakukan dengan kunjungan Menteri Perindustrian Airlangga ke Tokyo pada 17 Oktober 2017 dan Nagoya pada 19 Oktober 2017.

"Tujuannya untuk mendorong investasi kelas medium, kelas mediumnya Jepang ya, mengisi sektor industri di sini. Sehingga, kedalaman industrinya akan semakin baik," kata Harjanto di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Wih, Daur Ulang Barang Elektronik di Ekspor ke Singapura

Menurut Harjanto, Indonesia membidik beberapa sektor IKM Jepang, mulai dari produk automotif, IKM elektronika hingga IKM makanan dan minuman.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga akan mengarahkan investasi asal Jepang untuk masuk ke berbagai kawasan industri di Indonesia, baik yang berada di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

Sebelumnya, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Imam Haryono melakukan kunjungan pendahuluan ke Tokyo dan Osaka.

"Mereka sangat antusias dengan pemaparan mengenai kawasan industri di Indonesia. Mereka kaget ada banyak kawasan di luar Pulau Jawa yang bisa dikembangkan," kata Imam.

Baca juga: Suku Bunga Turun, Industri Automotif Bakal Kembali Bergairah!

Pada kesempatan tersebut, Imam memberikan penjelasan terkait peluang investasi di bidang kawasan industri di Indonesia. Pemaparan tersebut dilakukan di dua wilayah, yaitu Osaka dan Tokyo yang dihadiri oleh lebih dari 50 pelaku industri di masing-masing wilayah.

Adapun para investor itu dari berbagai sektor industri, yakni automotif, maritim, agro dan petrokimia. "Setelah pemaparan, mereka tetap antusias untuk mengikuti business matching," tukas Imam.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini