Image

Korban First Travel: Jangan-Jangan Ada Oknum Kemenag yang Terlibat

ant, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 17:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794197 korban-first-travel-jangan-jangan-ada-oknum-kemenag-yang-terlibat-gQQPjhxaIG.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Jamaah Korban Penipuan First Travel mendatangi Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Di depan para anggota komisi VIII DPR RI, satu persatu korban memberikan opininya secara bergantian.

Salah satu pengacara jamaah korban First Travel bernama Edwin mengatakan, para jamaah yang menjadi korban sangat berharap para wakil rakyat bisa membantu menjembatani para korban kepada pemerintah tahun dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag). Karena selama ini, keluhan para jamaah sering tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah.

Bahkan Kemenag justru terkesan menyalahkan para jamaah karena memilih travel umrah yang murah. Gelagat itu justru membuat dirinya mencurigai adanya oknum Kemenag yang terlibat di dalamnya.

Baca juga: Soal First Travel, DPR: Ada Oknum atau Pengawasannya Tak Dijalankan?

"Jangan-jangan ada oknum Kementerian Agama yang terlibat dan ada orang-orang besar yang juga terlibat," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, salah satu jamaah yang menjadi korban First Travel mengamini hal tersebut. Menurut pada satu waktu dirinya sempat ditolak oleh Kementerian Agama ketika ingin bertemu dengan pihak PT First Travel.

"Kami tiga kali bertemu dengan pihak Kementerian Agama tetapi pak dirjen tidak ingin tanda tangan notulen tentang menjembatani pertemuan jemaah dan First Travel. Padahal dia ada, fotonya ada dan video juga ada. Jadi menurut saya ada orang-orang besar di belakang ini dan semoga hari ini terakhir kita ke wakil rakyat dan bisa diberi solusi, tolong bisa diselesaikan," jelasnya.

Baca juga: Bantu Korban First Travel Investigasi Uang Nasabah, DPR: Tidak Mungkin Menghilang Tanpa Bekas

Padahal lanjutnya, para jamaah yang menjadi korban hanya menuntut dua hal. Yakni meminta uang dikembalikan, atau segera diberangkatkan umrah.

"Yang kamu tuntut cuma uang yang kita semua membayar cash. Mereka berjanji akan kita berangkatkan intinya berarti ada uang. Atau kita segera diberangkatkan umrah. Kita bahkan enggak masalah kalau pun berangkat dikurangi fasilitasnya enggak apa apa yang penting berangkat," jelasnya

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini