Image

Catat! Kopi Asal Kulonprogo Harus Go Internasional

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017, 20:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794341 catat-kopi-asal-kulonprogo-harus-go-internasional-rLOyNLRhAG.jpg Foto: Kuntadi/Okezone

KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo ingin memajukan produk lokal yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Aneka produk telah berhasil dibuat oleh UMKM dan koperasi sebagai produk unggulan daerah yang diharapkan mampu bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan pada 2019 bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dioperasionalkan. Bandara harus mampu memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itulah produk lokal harus dikembangkan agar mampu bersaing di internasional.

Saat ini sudah ada beberapa produk lokal yang dikembangkan. Mulai air minum kemasan AirKu, mie instan, gula kelapa hingga teh dan kopi. Produk ini sudah banyak memenuhi pasar tradisional dan pasar modern Tomira.

Baca juga: Lahan Terkena Proyek Bandara Kulon Progo, Warga Diminta Segera Pindah

“Kita memiliki teh dan kopi Menoreh untuk dikembangkan, termasuk coklat,” jelas Hasto pada peresmian Pusat Pengelolaan Teh Menoreh (PTTM) di Ngalihan, Ngargosari, Samigaluh, Kulonprogo Kamis (12/10/2017).

Peresmian PTTM ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X bersama dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Selain itu juga dilakukan pelepasan merpati putih dan aneka burung ocehan ke alam.

Hasto berencana untuk mengundang ahli kopi, untuk mengembangkan produk kopi yang pas dengan selera pasar. Dia berencana untuk membuat coffe shop di bandara NYIA, ketika nanti beroperasi. Rasa kopi Menoreh cukup unik, dan memiliki cita rasa yang cukup istimewa.

“Kopi Menoreh ini harus bisa bersaing dengan kopi dari Amerika. Caranya kopi yag diolah benar-benar kopi yang tua yang dioleh dengan kualitas,” terang Hasto.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, minta kopi yang ada jangan hanya mengandalkan kopi robusta dan Arabica. Namun dua varian kopi yang ada di Kulonprogo ini harus dipadukan. Hal ini pula yang sudah dikembangkan di sejumlah Negara.

“Toh ketika dicampur susu rasanya juga akan lain,” tutur Sultan.

Tanaman kopi memiliki berbagai perbedaan dalam rasa, karena ditanam dan struktur tanah dan cuaca yang berbeda. Hal inilah yang banyak dilakukan berbagai Negara dalam melakukan perpaduan dari varian kopi.

“Izin Depkes dan packaging harus menarik. Orang akan beli karena kemasannya bagus,” tutur Sultan.

Sultan sendiri melihat tidak ada masalah produk yang ada di Kulonprogo bisa masuk ke bandara. Namun selama ini peran Angkasa Pura adalah menyediakan fasilitas. Sedangkan tenant yang ada biasanya dikelola oleh para pengusaha dan pebisnis.

“Kita bisa saja mengadvokasi teh ini, tetapi jangan hanya produk teh. Konsumen juga berbeda,” jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini