Image

TREN BISNIS: 300 TKI Siap Diekspor ke Australia hingga Biodiesel Ternyata Berbahaya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 06:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 12 320 1794401 tren-bisnis-300-tki-siap-dieskpor-ke-australia-hingga-biodiesel-ternyata-berbahaya-qiY8RPaauw.jpg Ilustrasi CPO. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Event pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke 32 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Rencananya, pagelaran yang menampilkan sekira 300 produk unggulan dalam negeri itu akan berlangsung selama 5 hari, yaitu dari hari Rabu 11 Oktober hingga 15 Oktober 2017.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) selaku pengelola Barang Milik Negara (BMN) kembali akan melaksanakan lelang BMN yang berasal dari grafitikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lelang ini akan menawarkan hingga 69 barang.

Pada Januari 2016, pemerintah meresmikan program bernama B20. Program ini mewajibkan bahan bakar minyak jenis solar dicampur dengan minyak kelapa sawit sebesar 20%. Sehingga persentase solar dalam penggunaan konsumsi hanya mencapai hanya mencapai 80%.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

TEI 2017, BNP2TKI Siap Kirim 300 Tenaga Kerja ke Australia

Pameran dagang TEI dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi. Tingginya antusiasme peserta dari perusahaan dalam dan luar negeri, membuat pemerintah memproyeksikan jika kegiatan tersebut dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai lembaga yang juga terlibat di dalamnya, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) langsung menjaring peluang kerjasama yang terbentuk. Salah satunya dengan pihak swasta negara Australia.

"Inikan sebenarnya kita membantu program pemerintah dalam penempatan tenaga kerja. Dalam keadaan ini, kita ingin menempatkan tenaga kerja kita ke Australia. Tentunya kita juga memastikan bahwa tenaga kerja yang kita kirimkan, nanti memenuhi skill yang dibutuhkan di sana," terang Elia Rosalina, Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI usai penandatanganan MOU tersebut.

Dijelaskan oleh Elia, sesuai pengarahan dari Presiden Jokowi, maka kini BNP2TKI harus membuka perluasan kerja International di tempat yang baru. Artinya, penempatan para pekerja tak lagi hanya di beberapa negara langganan. Dengan demikian, beberapa negara lain di kawasan seperti Australia akan menjadi tujuan penempatan tenaga kerja baru.

"Jadi kami melakukan MOU satu kerjasama penempatan 300 tenaga kerja untuk sektor Hospitallity. Jadi yang diminta oleh perusahaan luar itu adalah penempatan di hotel dan restauran. Karena acara (TEI) ini kan berlangsung sampai hari Jumat, tentu masih banyak peluang dari Buyer, perusahaan asing yang memposting 'demand' untuk membuka peluang-peluang di tempat baru itu," imbuhnya.

Namun Elia pun mengakui, bahwa bekerja di Australia tidaklah mudah. Kesulitan dalam penggunaan berbahasa Inggris, masih menjadi salah satu hal yang perlu disikapi berikutnya.

"Pengalaman kami kemarin saat menggarap di Australia, Ada 'Gap' dalam kemampuan bahasa. Misalnya di saat ada penempatan untuk 100 orang disana, ternyata 80 orangnya tidak lulus bahasa Inggris, bukan nggak bisa, hanya 20 orang yang lulus. Oleh karena itu kami akan mengupgrading Skill berbahasa sesuai permintaan," ungkapnya.

Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Australia Y. Kristiarto S. Legowo menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada sekira 60-70 ribu warga Indonesia yang berada di Australia. Dari angka itu, hanya 10 persennya yang terdokumentasi bekerja di beberapa tempat.

"Kalau kita ingin masuk bekerja di rumah orang (Australia), pastinya kita juga harus memenuhi standar Skill yang dibutuhkan, inilah tantangannya. Sehingga permintaan untuk bekerja di sana akan meningkat seiring dengan kualitas SDM-nya," jelasnya di lokasi yang sama.

Lelang Barang Gratifikasi KPK, Kemenkeu Tawarkan Kopiah, Lego hingga Emas 108 Gram

Mengutip siaran pers, barang yang dilelang antara lain, emas 24 karat seberat 108,2 gram, seperangkat gadget, pena, dining set, kain tenun, kain, bahan pakaian batik, parcel tea set, sprei, sarung, TV, parfum, tas, lego ninja, hingga kopiah.

Proses lelang barang gratifikasi ini diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta II yang merupakan kantor vertikal DJKN dengan beberapa ketentuan. Pelaksanaan lelang melalui aplikasi Lelang Internet (E-Auction) dengan cara closed bidding di website https://www/lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Pembukaan penawaran lelang oleh pejabat lelang dilakukan pada Senin 16 Oktober 2017 pukul 14.00-15.00 WIB.

Peminat lelang akan diberikan kesempatan untuk dapat melihat dan meiliti secara fisik barang yang akan dilelang pada hari kerja sejak pengumumannya terbit sampai Jumat 13 Oktober 2017 pukul 16.00 WIB di Ruang Rapat Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sisten Informasi (PKNSI), Gedung Syafruddin Prawiranegara DJKN Kementerian Keuangan Lt. 9 Utara, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat.

Waduh, Biodiesel 20% Kurang Baik untuk Bahan Bakar Alutsista hingga Kendaraan Alat Berat

Sejak dijalankan mandatori pemanfaatan biodiesel 20% ini ternyata masih ada kendala. Saat digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan alat berat.

"Penerapan B20 masih ada kendala terutama terutama untuk kendaraan berat. Kemudian kalau otomotif kendalanya relatif tidak sebesar yang saya sebutkan. Kemudian ada keberatan dari alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan lokomotif untuk terapkan B20," ujar Anggota DEN Syamsir Abduh, di Gedung Heritage, Kementerian ESDM.

Dia melanjutkan, yang namanya B20 ada campuran menggunakan kelapa sawit (CPO). Secara teknisnya, CPO itu mengandung gum yang menjadikan ruang bakar menjadi keras.

Untuk itu kendaraan alat berat yang menggunakan B20 membutuhkan biaya ekstra dalam perawatannya. Di mana harus sering mengganti filter yang jika dibiarkan akan menjadi masalah dalam operasionalnya.

"Alutsista juga demikian, kalau tidak diganti bisa mogok. Kan alutsista tidak boleh mogok ketika ada perang. Prinsipnya engine di tes kondisi seperti apa dia kan jalan dengan kesempurnaan. Kemudian teknik blending-nya, juga nanti masuk di ruang bakar, apakah secara simultan dan tercampur," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini