Image

TOP! Debat di IMF, Lagarde Puji Menkeu Sri Mulyani

Agregasi Jum'at 13 Oktober 2017, 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 20 1794645 top-debat-di-imf-lagarde-puji-menkeu-sri-mulyani-TkfyWkrpy3.jpg (Foto: VOA)

WASHINGTON - Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memuji upaya Indonesia untuk memberantas korupsi dan pengelakan pajak. Hal ini disampaikannya dalam live-debate CNN di Dana Moneter Internasional IMF yang diikuti oleh Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani, Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire, Menteri Keuangan Kanada William Morneau, dan pengamat ekonomi Gita Gopinath.

"Saya akan mengatakan hal ini secara terang-terangan karena mungkin Sri Mulyani tidak mau mengatakannya. Indonesia menghadapi isu korupsi dan pengelakan pajak yang cukup rumit, dan Sri Mulyani berhasil mendorong upaya untuk mengatasi kedua isu itu," ujar Lagarde yang langsung disambut tepuk tangan ratusan hadirin yang mengikuti jalannya debat terbuka itu di gedung IMF.

Sebelumnya menanggapi pertanyaan Richard Quest, moderator yang juga pembawa acara terkenal di CNN "Quest Means Business", soal apa yang akan dilakukan terlebih dahulu untuk memperbaiki "atap yang bocor," metafora yang digunakan Lagarde merujuk pada masalah-masalah ekonomi yang mengganggu jalannya upaya pemulihan ekonomi, Sri Mulyani mengatakan "yang perlu dilakukan terlebih dahulu bukan memperbaiki "atap yang bocor" tetapi membangun landasan yang kuat." Ditambahkannya, "jika landasannya sudah kuat, apapun bisa diperbaki."

Baca juga:

Catat! Tantangan Global Jadi Fokus Pertemuan Tahunan IMF-WB 2017

IMF: Pemulihan Ekonomi Global Jadi Tantangan Pemangku Kebijakan untuk Bertindak

"Landasan yang dimaksud adalah menciptakan kesempatan yang sama bagi semua orang supaya ada kemajuan. Ini tidak mudah karena berarti harus ada kebijakan yang berani untuk sektor pendidikan, kesehatan dan layanan-layanan dasar yang fleksibel sehingga mudah dijalankan," ujar Sri Mulyani. Lagarde menyambut pernyataan itu dengan memuji mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Dalam acara debat selama satu jam itu Sri Mulyani berulangkali menekankan perlunya kajian lebih mendalam tentang reformasi perpajakan yang beranekaragam. "Dalam G20 kami berupaya menghindari penurunan tarif pajak hanya supaya bisa menarik lebih banyak investor. Tarif pajak di Indonesia kini 25%, tapi lihat bagaimana tarif pajak Singapura yang jauh lebih kecil. Kita harus menetapkan apa kebijakan fiskal yang dikehendaki, dari sisi penerimaan dan pengeluaran," ujar Sri Mulyani.

Richard Quest memimpin debat dengan menampilkan berbagai isu, mulai dari integrasi kebijakan ekonomi global, upaya menciptakan kesempatan ekonomi bagi semua, dampak kemajuan teknologi, hingga rancangan kebijakan publik yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.


Baca juga:

Bom Korut, Sri Mulyani: Tidak Hanya Mengancam Asia tetapi Juga Dunia

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi AS ke 2,1%

Sri Mulyani Serukan Pengambil Kebijakan Berani Ambil Keputusan

"Sebagai pengambil kebijakan, dan jika ingin membuat perubahan maksimal, kita harus siap mengambil keputusan. Tunjukkan bukti bahwa keputusan yang diambil bisa membuahkan hasil sehingga kita mendapat dukungan untuk mengambil keputusan selanjutnya. Harus tegas. Meskipun kadang-kadang ada kecaman terhadap kita," tegas Sri Mulyani.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini