Image

Siap-Siap! BEI Akan "Terbangkan" 10 Emiten Pilihan ke China

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 11:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 278 1794611 siap-siap-bei-akan-terbangkan-10-emiten-pilihan-ke-china-q0l8kwdAl4.jpg Delegasi China ke BEI (Foto: Ulfa Arieza/Okezone)

JAKARTA - Delegasi China yang tergabung dalam Chinese Securities Association of Hong Kong (HKCSA) pagi ini menyambangi pasar modal Indonesia. PT Bursa Efek Indonesia (BEI ) pun bersiap memberikan kunjungan balasan.

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan pihaknya akan membawa serta 5-10 perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia untuk berkunjung ke bursa efek negeri Tirai Bambu itu. Nicky mengharapkan rencananya itu dapat terealisasi tahun ini, dan paling lambat tahun depan. Kunjungan yang sama juga pernah dilakukan oleh Thailand tepatnya pada Juni 2017 lalu.

"Kita akan melakukan roadshow, bursa akan undang beberapa emiten untuk mengenalkan beberapa perusahaan tercatat di Indonesia ke investor di sana. kita sudah bicara tadi dengan beberapa perusahaan sekuritas yang ada di China," ujarnya di Gedung BEI, Jumat (13/10/2017).

Nicky mengatakan emiten yang akan terbang ke China adalah emiten yang banyak dilirik oleh investor China, lantaran kunjungan tersebut membawa satu misi yaitu mendatangkan investor China ke pasar modal Indonesia.

Menurut Nicky, emiten yang cukup diminati oleh investor China saat ini adalah emiten yang bergerak di sektor infrastruktur karena banyaknya proyek infrastruktur yang digarap oleh Pemerintah.

Selain itu, kata Nicky, investor China juga tertarik dengan sektor konsumen yang menyediakan barang konsumsi tiap hari. Menurut mereka sektor ini sangat menjanjikan karena padatnya populasi penduduk di Indonesia.

"Pastinya berdasarkan size perusahaan, atau perusahan dan industri yang menarik yang menjadi tujuan investasi daripada investor," kata dia.

Investor dari China, lanjut Nicky, adalah investor yang sangat potensial. Mengingat jumlah investor China di pasar modal terbilang sedikit dibandingkan dengan investor asing lainnya. Saat ini, kata Nicky, mereka cenderung memilih Hong Kong sebagai negara tujuan investasi, dengan pertimbangan geogafis negara yang berdekatan.

"Masih kecil sangat kecil, saking kecilnya tidak terdeteksi karena mereka belum berinvestasi di ASEAN, karena paling banyak di Hong Kong," tukas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini