Image

Listing 2014, Lorena Masih Timbun Dana IPO Rp16 Miliar

Agregasi Jum'at 13 Oktober 2017, 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 278 1794701 listing-2014-lorena-masih-timbun-dana-ipo-rp16-miliar-wyKEmAzxwB.jpg Ilustrasi (Foto: Lorena)

JAKARTA – Sejak mencatatkan sahamnya di pasar modal 2014, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menyisakan dana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp16 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

LRNA telah menggunakan dana IPO sebesar Rp111,42 miliar. Dana tersebut di antaranya digunakan untuk pengembangan investasi baru bis AKAP dan rekondisi bus lama sebesar Rp103,07 miliar. Lalu dana juga digunakan untuk perbaikan infrastruktur depo busway Transjakarta di Ceger Jakarta Timur sebesar Rp4,52 miliar, dan dana lainnya digunakan untuk modal kerja sebesar Rp3,82 miliar.

Sebelumnya direncanakan dana sebesar Rp103,21 miliar setara 81% dana IPO, untuk pengembangan investasi baru bis AKAP, APTB, BKTB dan rekondisi bus lama, lalu Rp 20,38 miliar atau setara 16%, untuk fasilitas atau infrastruktur Depo dan Workshop Busway Transjakarta di Ceger, Jakarta Timur, dan Rp3,82 miliar atau setara 3% digunakan untuk modal kerja. Sehingga totalnya mencapai Rp127,42 miliar.

Artinya, sejak IPO hingga saat ini LRNA telah menggunakan dana IPO 87,44%. Sebab, pada perhelatan IPO, LRNA mengantongi dana bersih IPO sebesar Rp127,42 miliar. Sebagai informasi, Eka Sari Lorena Transport tengah mengembangkan strategi bisnis dengan merubah “business model” dari layanan “mass public transportation” menjadi “boutique mass transportation” dengan mulai mengoperasikan armada bus double decker (bis tingkat) Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Hal ini merupakan strategi perseroan untuk menciptakan “product and services differentiation” yang signifikan dibandingkan para pesaing.

G.T. Soerbakti, Presiden Direktur PT Eka Sari Lorena Transport Tbk, pernah mengatakan, perseroan akan merubah secara berangsur-angsur layanan dari kelas eksekutif menjadi kelas super eksekutif untuk meningkatkan tingkat pelayanan kepada para pelanggan. “Perseroan juga sudah mulai mengevaluasi trayek AKAP, dimana trayek-trayek yang bersinggungan langsung dengan moda transportasi udara dan kereta api sebagian sudah dialihkan ke trayek-trayek lain yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan,”ujarnya.

Strategi lainnya, kata Soerbakti, berupa perkuatan di rute jarak pendek termasuk menjajaki kemungkinan masuk di Jakarta residence connection dan Jakarta airport connection yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), selain memperkuat dan menambah jumlah armada bus di BRT (bus rapid transport) seperti TransJakarta.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini