Image

Rupiah Tertekan, Importir Yakin Itu Hanya Sementara

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 22:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 278 1795156 rupiah-tertekan-importir-yakin-itu-hanya-sementara-4P3d4BeBSS.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Anthon Sihombing menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hanya akan berlangsung sementara. Pasalnya beberapa minggu ini nilai tukar rupiah hampir menyentuh angka Rp13.600/USD.

"Rupiah melemah saya rasa sementara saja," ungkapnya di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GINSI, Erwin Taufan mengatakan nilai rupiah yang anjlok dan menyentuh angka Rp13.500 ini belum dirasakan oleh para importir. Pasalnya saat rupiah anjlok daya beli masyarakat sedang melemah sehingga permintaan impor juga tidak banyak.

Baca juga: Terdepresiasi 0,05% Terhadap Dolar AS di Agustus, Rupiah Juga Tertekan Yen dan Euro

"Pada saat sekarang yang dolar Rp13.500 ini belum terasa, ditunjang dengan lesunya untuk daya beli masyarakat. Kalian bisa lihat di lapangan, daya beli turun, tingkat konsumsi menurun, dan otomatis impor barang jadi otomatis menurun juga. Untuk dolar segitu belum terasa," jelasnya.

Walau importir barang jadi belum merasakan dampak pelemahan rupiah ini, tetapi untuk industri bahan baku sudah merasakan. Namun, dirinya sekali lagi menekankan karena daya beli yang lesu, impor bahan baku juga berkurang.

Baca juga: Sepanjang Juli 2017, Rupiah Tak Berdaya Lawan Dolar AS

"Walaupun untuk industri yang bahan bakunya impor berpengaruh tapi mereka sudah bikin planning, dolar berapa. Selama belum masuk itu belum terasa. Kan lesu, importir barang menurun. Akhir-akhir ini sudah mulai naik. Tapi kami belum hitung berapanya yang pasti penurunan dilihat arus masuk kontainer yang ada di pelabuhan ada penurunan," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini