Image

Diangkat Jadi Dirut, Budi Gunadi : Saya ke Sini Buat Jadikan Inalum Holding

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 13:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1794678 diangkat-jadi-dirut-budi-gunadi-saya-ke-sini-buat-jadikan-inalum-holding-LeHNgZgZOW.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menunjuk Staf Khususnya Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum pada 14 September 2017. Salah satu tugas yang diamanatkan adalah merealisasikan holding BUMN tambang.

Budi Gunadi mengatakan, Kementerian BUMN berencana membuat enam holding BUMN mulai dari perbankan, perumahan hingga pertambangan. Dari keenam holding tersebut yang diharapkan jadi tahun ini adalah pertambangan dan energi.

"Cerita sedikit,saya datang dan tugasnya ke sini (Inalum) buat jadikan Inalum holding. Jadi saya diminta mengurusi holding pertambangan ini," ujarnya, di Kantor Inalum, Energy Building, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Jadi Dirut Baru Inalum, Menteri Rini: Jadikan Holding Tambang yang Besar!

Sampai saat ini proses pembentukan holding masih terus berjalan. Di mana sekarang memasuki penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) khusus tambang untuk pemindahan kepemilikan.

"Tadinya kan Aneka Tambang (Antam), Timah, Bukit Asam dimiliki langsung oleh negara. Nanti itu dipindahkan ke Inalum. Itu butuh PP, PP nya itu sekarang sedang di RUPS mudah-mudahan sebulan ini bisa keluar. Kalau sebulan ini keluar mesti ada proses formal karena tiga dari anggota holding ini adalah perusahaan Tbk," tuturnya.

Baca Juga; Bukan Pindah Pabrik, Inalum Mau Perluas Produksi di Kalimantan Utara

Menurut dia, proses penyelesaian membutuhkan waktu 45 hari dari pemberitahuan sebelum RUPS sampai RUPS Luar Biasa. Di dalam RUPS Luar Biasa itu secara formal dipindahkan kepemilikannya dari negara ke Inalum.

"Kita menargetkan tahun ini selesai. Kita harapkan tahun ini selesai Desember sekitar 45 hari mundur November pertengahan minggu ke tiga sudah diumumkan di publik. Kalau minggu ke tiga diumumkan ke publik, PP-nya kita harapkan keluar Oktober," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini