Image

ECONOMIC VIEWS: 10% Orang Kaya RI Kuasai 77% Kekayaan Negara hingga Pesan Mendag ke Mentan soal Beras

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 15:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1794778 economic-views-10-orang-kaya-ri-kuasai-77-kekayaan-negara-hingga-pesan-mendag-ke-mentan-soal-beras-avHgeJ2DYK.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Perjuangan memangkas angka kesenjangan dan kemiskinan di Indonesia masih belum berakhir. Kesenjangan sosial terus tumbuh meskipun tingkat kemiskinan berhasil dipangkas hingga separuh dari tahun 1999 sebesar 24% menjadi 11,3% pada 2014.

Sementara itu, pemerintah menargetkan akhir bulan Oktober 2017 pembayaran di seluruh gerbang tol sudah menggunakan elektronik. Untuk memenuhi target tersebut, Bank Indonesia membutuhkan 3 juta kartu uang elektronik untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Di sisi lain, duet maut Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus dinantikan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Mendag bertugas mengawal harga dan Mentan memastikan ketersediaan bahan pokok.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Fakta! 10% Orang Kaya RI Kuasai 77% Kekayaan Negara

Selain itu angka pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan di angka rata-rata 6% per tahun hingga tahun 2015. Kontradiktif dengan data tersebut, fakta kesenjangan ekonomi makin kompleks.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman D Hadad mengatakan data Bank Dunia mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi masalah konsentrasi kesejahteraan. "10% masyarakat terkaya di Indonesia menguasai 77% kekayaan negara," ujarnya di Kantor Pusat ISEI, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Baca Juga: Bos McKesson: Utamakan Kepuasan Pelanggan untuk Bangun Integritas Perusahaan

Lebih buruk lagi, konsentrasi kekayaan ini meningkat lebih cepat dibandingkan dengan negara lainnya. Laporan Bank Dunia terbaru tahun 2016 "Indonesia's Rising Divide" mengungkapkan bahwa kesenjangan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan.

Laporan tersebut mengungkapkan, manfaat pertumbuhan ekonomi dalam satu dekade terakhir hanya dapat dirasakan oleh 20% penduduk kaya. Sedangkan sisanya, sebanyak 80% penduduk Indonesia atau sekitar 205 juta penduduk tidak mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Oleh karena itu, Mantan Ketua Otoritas jasa Keuangan (OJK) yang kini masih aktif dalam ISEI tersebut mengatakan akan mengangkat topik Terobosan Mengatasi Kesenjangan Sosial Ekonomi dalam seminar nasional dan sidang pleno ISEI XIX.

Baca Juga: Investasi dan Ekspor Meningkat, Menko Darmin Prediksi Ekonomi di Kuartal III Tembus 5,2%

Acara tahunan tersebut rencananya akan digelar pada 18-20 Oktober di Lampung. Hasil daripada seminar tersebut nantinya akan disumbangkan ISEI kepada pemerintah sebagai bahan acuan untuk mengentaskan masalah kesenjangan ekonomi.

"Intinya kita ingin bahas kesenjangan itu, sehingga ISEI ada catatan resmi yang akan disampaikan kepada pemerintah sehingga kita bisa menyampaikan pikiran karena menyelesaikan maslah ini tidak mudah," kata dia.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini