Image

Bangun Perekonomian, GINSI Minta Importir Nakal Diberangus!

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1795130 bangun-perekonomian-ginsi-minta-importir-nakal-diberangus-NKt3Kk45l6.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) Anthon Sihombing akan mendorong perekonomian negara dengan menertibkan importir nakal.

Hal ini sebagai wujud dukungan GINSI kepada pemerintah yang banyak mendapati importir nakal dalam kegiatan impor. Selain itu, pihaknya juga mengajak dari pihak wakil rakyat hingga asosiasi terkait untuk mendukung penertiban tersebut.

"Dengan melibatkan anggota DPR, bermitra dengan pemerintah sehingga bisa membantu dan mengayomi anggota GINSI, kalau ada anggota GINSI yang nakal, berperilaku di luar kewajaran, dan di luar peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah," ungkapnya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Impor Konsumsi Turun, BI: Tidak Cerminkan Penurunan Daya Beli

Menurutnya, seluruh anggota GINSI yang terdiri dari gabungan importir di seluruh Indonesia dijamin tidak akan melakukan tindakan nakal dalam proses impor. Sebab saat menjadi anggota GINSKI, para importir harus patuh dan melaporkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) saat ingin impor.

"Kami akan memberitahukan impor secara detail karena ini eranya transparan. Karena banyak anggota juga keluar masuk barang susah karena proses perpajakan dan di Bea Cukai," jelasnya.

Baca juga: Indonesia Impor Barang Konsumsi: Dari Tank, Parfum hingga Pistol

Selain itu, dirinya menilai kebijakan waktu bongkar muat barang sudah berjalan dengan baik hanya saja biaya logistik masih mahal. Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah bisa mencari cara agar biaya ini bisa lebih murah.

"Dwelling time sudah tercapai, tapi biaya logistik masih tinggi sekali. Daya saing kita masih di bawah Vietnam, sehingga diharapkan pemerintah dapat mengatasi hal ini," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini