Image

Kebijakan Impor Bikin Pengusaha Malas, Pemerintah Harus Rajin Sosialisasi

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 21:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1795136 kebijakan-impor-bikin-pengusaha-malas-pemerintah-harus-rajin-sosialisasi-imWhjRoUW1.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mengharapkan sinergi dengan Pemerintah ke depannya akan lebih baik lagi. Untuk itu, pemerintah diharapkan saat membuat kebijakan terlebih dahulu mensosialisasikan kepada para asosiasi.

Sekretaris Jenderal GINSI, Erwin Taufan mengatakan dari sekitar 28.000 importir yang aktif menjadi anggota hanya 1.200. Hal ini di karenakan banyak kebijakan pemerintah membuat banyak importir malas.

Baca juga: Bangun Perekonomian, GINSI Minta Importir Nakal Diberangus!

"Pembinaan terhadap para anggota memang perlu ditingkatkan karena begitu banyak aturan-aturan yang diterbitkan oleh pemerintah. Beberapa tegulasi tersebut jangan menambah permasalah di kami karena kami juga mendapat keluhan kadang-kadang dari regulasi yang diterbitkan. Tak mudah dipahami oleh para anggota kita. Padahal maksud aturan tersebut demi untuk keberpihakan pada para pelaku," ungkapnya

"Kita berharap aturan tersebut sebelum dilakukan atau diberlakukan seharusnya pemerintah bisa melakukan mediasi sharing kepada GINSI memberikan suatu hal yang baik. Karena nantinya aturan tersebut bagian yang akan kita laksanakan," imbuhnya.

Selain itu, dirinya berharap pemerintah juga jangan langsung mencabut izin impor atau mematikan importir yang salah langkah karena tidak mengerti aturan yang diterbitkan. Sebaliknya ia berharap pemerintah harusnya mendukung dan memberikan pembinaan.

Baca juga: Impor Konsumsi Turun, BI: Tidak Cerminkan Penurunan Daya Beli

"Kita berharap pada pemerintah jangan membinasakan, lakukan pembinaan, dan aturan kepada kami. GINSI mohon untuk di sosialisasikan. Kadang belum sosialisaskan tapi sudah diberlakukan," jelasnya.

Selanjutnya, ia juga meminta kepada pemerintah agar jangan mengabaikan importir. Sebab mereka lah yang menghubungkan silaturahmi antar negara dengan kegiatan impor tersebut.

"Kita tidak boleh alergi pada importir. Impor itu silaturahmi internasional. Impor hubungan negara lain yang kita juga melakukan ekspor. Tapi kita lakukan kepentingan bangsa ini, untuk kepentingan pelaku usaha, yang menjadi perhatian karena kita mengeluarkan devisa impor. Kita berharap regulator mampu untuk meneruskan kepada pimpin, ke depan GINSI lebih baik, kuat dan menjadi mitra strategis pemerintah," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini