Image

E-Toll Ditolak, Presiden Jokowi: Kita Ingin Perbaiki Pelayanan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 22:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 13 320 1795152 e-toll-ditolak-presiden-jokowi-kita-ingin-perbaiki-pelayanan-9KJclZI7Cb.jpg Foto: Antara

MEDAN – Pemerintah telah memberlakukan 100% elektrifikasi gardu tol atau Gardu Tol Otomatis (GTO)sejak 1 Oktober 2017 lalu. Dengan pemberlakuan itu, seluruh layanan tol kini hanya melayani pembayaran dengan uang elektronik (e-money).

Namun pemberlakuan tersebut mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan. Banyak masyarakat keberatan karena pemberlakuan GTO dan e-money yang dinilai terburu-buru dan kurang sosialisasi.

Menjawab penolakan tersebut, Presiden Joko Widodo menyatakan sistem pembayaran elektronik itu harus dilaksanakan demi perbaikan pelayanan, efisiensi dan akurasi.

Baca juga: Catatan Penting YLKI untuk Penerapan Bayar Tol Wajib Nontunai

“Penolakan E-Toll, E-Toll itu apa sih? Kita kan ingin memperbaiki pelayanan,” kata Jokowi seusai meresmikan dua ruas jalan tol di Kualanamu-Tebingtinggi, di gerbang Tol Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017) sore.

Jokowi menyatakan, E-Toll akan memperlancar lalu-lintas, memperbaiki pelayanan di jalan tol. Waktu melintas di pintu tol menjadi semakin cepat. Akurasi pembayarannya juga akan lebih baik dan lebih aman. Selain itu, penggunaan E-Toll, untuk mengikuti zaman.

Baca juga: Jelang Penerapan Non-Tunai, BUJT dan Perbankan Berikan Diskon Uang Elektronik Perdana

“Negara lain semuanya sudah pakai, masa kita masih pakai cash. Akurasi pembayaran juga semakin jelas. Apa kita mau cash terus? Ya enggak lah. Kalau soal sosialisasi yang kurang, tetap kita lakukan sambil berjalan. Semua kan memang perlu pembelajaran,” tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini