Image

Sulitnya Urus Perizinan, Darmin: Pasang Penangkal Petir Saja Harus Izin

Trio Hamdani, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017, 15:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 320 1797071 sulitnya-urus-perizinan-darmin-pasang-penangkal-petir-saja-harus-izin-8IWWdwSsNp.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Pemerintah mengakui kemudahan perizinan berusaha di Indonesia masih jadi pekerja rumah yang mesti dibenahi. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan untuk hal yang remeh temeh pun harus mengajukan izin saking berbelitnya.

"Penangkal petir, itu izin. Harusnya standar itu kan rumah harus ada itu. Atau izin lift. Bagaimana ini semua," katanya Dalam konferensi pers yang membahas kinerja 3 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Baca juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Kemenhub Evaluasi Program Tol Laut

Bahkan untuk meningkatkan kemudahan perizinan berusaha, Pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi mulai dari jilid I hingga jilid XV. Namun, Darmin mengaku belum puas dengan kebijakan tersebut.

"Kita setelah menyadari dan menjalankan 15 paket (kebijakan) masih banyak sekali yang harus dikerjakan dan dibenahi sehingga kita sampai pada kesimpulan kalau caranya diulang seperti dua tahun lalu kita enggan selesai pemerintahan ini. Kita harus rombak," paparnya.

Baca juga: 3 Tahun Jokowi, Kelayakan Investasi Indonesia Diganjar Stabil S&P hingga Fitch Ratings

Sampai saat ini kata dia pun masih ditemui izin usaha yang membutuhkan hingga ratusan perizinan. Oleh karenanya pemerintah mesti benar-benar menyederhanakan perizinan agar investor tidak kabur.

"Makanya kita singgung Perpres (peraturan presiden). Semua kementerian/lembaga, Pemda (pemerintah daerah) itu diwajibkan membentuk satuan tugas," ujarnya lebih lanjut.

"Apa kerjanya? Mereka harus mengidentifikasi investasi di bidang dia apa saja. Mereka harus punya list-nya. Sudah selesai atau berproduksi belum, dari saya sudah diurus berapa yang sudah selesai dan belum. Mereka harus proaktif," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini