nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Mendag Akui Punya Utang Revitalisasi 4.000 Pasar Tradisional

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 17 Oktober 2017 18:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 17 320 1797238 catat-mendag-akui-punya-utang-revitalisasi-4-000-pasar-tradisional-VocLm3V9a8.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita optimistis mampu menuntaskan revitalisasi 5.000 pasar tradisional hingga 2019. Saat ini baru mampu menuntaskan sekitar 1.000 lokasi.

"Untuk revitalisasi atau pembenahan atau apalah bagi pasar rakyat, kami masih berutang. Sebab, saat ini baru tuntaskan revitalisasi 1.000 pasar rakyat. Namun, 2018 akan kita selesaikan 4.000 pasar. Sehingga, 2019 tuntas tugas menuntaskan 5.000 pasar," katanya saat paparan tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

 Baca juga: Revitalisasi Pasar Sambi, Jokowi: Pasar Rakyat Jangan Kalah dengan Supermarket!

Menurutnya, tiga hal yang dipesankan Presiden di awal melantiknya, yaitu menyediakan ketercukupan bahan pokok, menyerap produksi dalam negeri, dan mampu menurunkan harga.

Hanya saja, masih kata Enggar, persoalan revitalisasi pasar rakyat ada beberapa problem yang perlu dicapai. Di antaranya, perbedaan mainset antara pedagang tradisional dan modern. Biasanya, pasar tradisional itu kumuh, terus harga lebih mahal.

Baca juga: Diasuransi, Pasar Kramat Jati yang Terbakar Segera Dibangun Kembali

"Ini yang harus diubah. Sehingga, pedagang pasar rakyat juga bisa bersaing dengan toko modern, bahkan pedagang internasional," imbuh dia.

Mendag menuturkan bahwa setelah pasar direnovasi maka omzet yang diperoleh pedagang meningkat, seperti yang terjadi di Bengkulu Utara. Selain itu, Enggar juga mengklaim bahwa bahan pokok khususnya beras sudah mulai stabil sejak pemerintah menetapkan harga eceran batas bawah dan batas atas.

Bahkan, beras premium mulai stabil dan tidak melonjak lagi. "Satu lagi, kami juga diminta memerangi pemasok komoditas yang dominan hingga 70%. Karena, hal itu tidak mendukung untuk pasar, maka harus diperangi dan berhasil," katanya.

Pada akhirya, hal tersebut akan membuat neraca perdagangan mengalami surplus dan hanya satu bulan menurun pada Juli 2017.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini