3 Tahun Menjabat, Jokowi Bangun Jalan Sepanjang 2.623 Km

ant, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 320 1797536 3-tahun-menjabat-jokowi-bangun-jalan-sepanjang-2-623-km-8iLXsNMI85.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah membangun jalan nasional sepanjang 2.623 kilometer guna meningkatkan konektivitas.

Kepala Balitbang PUPR Danis H Sumalidaga mengatakan total pembangunan jalan tersebut terdiri dari jalan nasional dan jalan tol.

"Terkait konektivitas ada capaian 2.623 km jalan, ini kebanyakan jalan perbatasan di Kalimantan dan di Papua. Jalan perbatasan kurang lebih 2.000 km," kata Danis dalam paparan "3 Tahun Capaian Jokowi-JK”.

Baca Juga: Kemahalan, Kementerian PUPR Diminta Kaji Ulang Tarif Tol Kualanamu-Seirampah

Ia menjelaskan pembangunan jalan perbatasan sekitar 2.000 km antara lain di NTT, tepatnya di Pulau Timor untuk meningkatkan konektivitas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hingga akhir 2017, Kementerian PUPR akan membangun 568 km jalan tol baru dari target RPJMN 2015-2019 sepanjang 1.000 km. Total pembangunan jalan tol hingga akhir 2019 diproyeksikan bisa mencapai 1.852 km.

Terkait dengan konservasi air, penyediaan air baku, dan potensi energi, ada 65 bendungan yang akan dikerjakan, terdiri dari 49 dibangun baru dan 16 pembangunan lanjutan yang sudah ada. Ke-65 bendungan tersebut tersebar di sejumlah daerah.

Baca Juga: WOW! Baru Sehari Diresmikan Jokowi, Menteri Rini Bakal Jual Tol Medan-Binjai

"Pada akhir 2019, 29 bendungan selesai dan akan ada 36 bendungan yang dikerjakan. Fungsinya konservasi air, air baku dan potensi energi," ungkapnya.

Dalam rangka ketahanan pangan, Kementerian PUPR juga membuat jaringan irigasi baru untuk 1 juta hektare lahan, membangun 30.000 meter jembatan, meningkatkan akses air bersih, sanitasi dan persampahan, serta perbaikan kawasan permukiman.

Hingga 2017, penyediaan air minum terdapat tambahan 16 ribu liter per detik, sanitasi dan persampahan dari 12 juta menjadi 77 juta KK.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini