3 Tahun Jokowi-Jk, Menteri Susi: Pendapatan Sulsel dari Rp4 Triliun Jadi Rp15 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 320 1797700 3-tahun-jokowi-jk-menteri-susi-pendapatan-sulsel-dari-rp4-triliun-jadi-rp15-triliun-LqeLhCuqgd.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki tahun ketiga kepemimpinannya. Dari sisi perikanan, sampai tahun ketiga jumlah produksi ikan terus meningkat hingga mencapai 23,51 juta ton.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, PDB sektor perikanan di tiga tahun Presiden Jokowi selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sekarang perekonomian nasional tumbuh 5%, KKP dari sektor perikanan tumbuh pada 2015 sebesar 8,35%, 2016 sebesar 7,03% dan 2017 sebesar 7,08%.

"Dari capaian ini seperti Sulawesi Selatan itu triger pertumbuhan ekonominya tinggi dari bidang perikanan. Dulu pendapatannya Rp4 triliun sekarang Rp15 triliun. Nelayan hebat-hebat ke mana-mana ke Ambon, Maluku, ke Papua tangkap ikan sehingga luar biasa," ujarnya, di Kantor Staf Presiden, Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Baca juga: Menteri Susi: 6.853 Alat Tangkap Pengganti Cantrang Sudah Dibagikan

Susi melanjutkan, produksi ikan meningkat dari 20,84 juta ton menjadi jadi 23,51 juta ton. Jika dihitung value dari kenaikan 2 juta ton itu, dengan harga ikan termurah Rp13.000-Rp14.000, maka 1 juta ton itu USD1 miliar, kalau 2 juta ton itu USD2 miliar.

"Konsumsi ikan meningkat 38,14 ke 43,14 kg itu naik 5 kg. Kalau 250 juta iuta 1,2 juta ton. Yang kita makan dari ikan budidaya dan tangkap itu USD1,2 milir itu padahal ada cumi-cumi, udang yang nilainya lebih tinggi,"tuturnya.

Baca juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Tingkat Kepuasan Masyarakat Capai 60%

Penerimaan PNBP juga naik dari Rp77 miliar menjadi Rp386 miliar pada 2016, sampai di pertengahan 2017 mencapai Rp357 miliar. Dari capaian itu, kata Susi, KKP hanya pungut dari kapal 30 GT ke atas. Sementara 10-30 GT itu dipungut di provinsi

"Dulu ukuran kapal 10-30 GT di pusat, sekarang tidak lagi sudah 5 tahun. Kalau PBNP itu dihitung pasti lebih dari Rp5-Rp10 triliun. Yang kita urus 30 GT ke tas, persoalan masih ada kurang lebih 2.000 kapal markdown belum ukur ulang kapalnya,"tandasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini